Protected: Kolektor Kadal

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements
Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Kalau Suka Bilang Saja

bersyukurlah wanita
ketika setiap petikan gitar
dan lagu merdu
ditujukan padanya
ketika pria menghamba
belajar menyempurnakan diri
hanya untuknya
ketika segala do’a 
ditujukan demi kemuliaannya
mungkin kami tak pernah bisa mendampingimu
ketika benua membelah kebersamaan
dan lautan menjadi tumpuan harapan
ketika kesetiaan dipertaruhkan
mata tidak bersua
raga tidak menyapa
dan cinta bagi kita tidak sekedar kata
karena kita tahu…
kebahagiaan tidak hanya dalam kebersamaan
bahagia kalian
bahagia kami
sejahtera kalian
sejahtera kami
demi kalian kami pergi..
dan demi kalian… 
kami pasti kembali
~ para pria seberang benua ~

image

Ngakunya sih nggak romantis. Tapi kenyataannya bertolak belakang. Sering maminya genduk meledek saya. Saya sih cuek aja. Kalau lagi nggenjreng diteras, tiba-tiba dia suka nyeletuk dari dalam rumah “kalau nyanyi yang bener!” .
Lho..saya kan nggitar, bukannya nyanyi -.-‘
Kalau udah gitu, biasanya saya pancing main back sound. Setelin lagu-lagu mellow, ditambahin suara gitar dari ampli. Lagi-lagi dia nyeletuk “Setel tivi aja..” begitu teriaknya dari dalam. La saya ya cuek. Orang main diteras, dia ama tivinya didalam.
Eh, besoknya bersenandung sendiri lagu yang digitarin malam sebelumnya. Ah, dasar wanita pintar berpura-pura. Kalau suka mbok bilang saja kenapa?

-puisi ditulis tahun kemaren waktu transatlantic
Cádiz, 141113

Categories: ngroweng | 17 Comments

Protected: Jump Ship

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Unedited #14 Mari Melipat ^.^

Banyak hal baru dan unik yang saya pelajari setelah resmi menjadi nomad. Salahsatunya adalah seni melipat handuk. Namanya juga yacht, jumlah penumpang dengan crew hampir sama banyaknya. Tentu saja demi service yang memuaskan. Selain pelajaran “tali-menali” yang terkadang diberikan di anjungan atau seni lipat melipat napkin di dining room, setiap harinya, sehabis dinner, para penumpang diberikan kejutan istimewa dikabinnya.
Seekor binatang terbuat dari kombinasi lipatan handuk akan bertengger manis didalam kabin  Setiap hari, model binatang yang disuguhkan berbeda. Dan jika ada special occasion (wedding anniversary/ultah) jumlah binatang yang dihadirkan akan berkali-kali lipat. Ditata dengan cantik menghiasi kabin, kadang dengan taburan petal rose dan balon-balon kecil.
Beberapa minggu silam, seluruh pasukan binatang “jejadian” itu dihadirkan serempak di lounge. Saya sendiri membuat dinosaurus kecil dari kombinasi hand towel dan face towel.

image

image

image

image

Birthday cake

image

Yg satu kaya pocongan -.-'

image

image

Mr X ini buat nakut2in penumpang ^.^

image

image

image

Sting ray, merak dkk

image

Nyemot ^.^

image

Lo..dinosaurus saya mana yaa..

Bagi saya, hidup itu terus belajar. Padahal saya orangnya kaku, tapi tertarik juga belajar melipat handuk ini. Lumayan kan kalau mau surprise buat istri atau anak.
Oh ya, biasanya penumpang yacht suka ngasih duit diselipin di tubuh binatang itu. Sering saking senengnya pas anniversary terus nemu kabinnya dihias sedemikian rupa, mereka lalu bagi-bagi duit untuk kami. Rekan saya pernah diamplopin 500$ karena ngedekor kabinnya dengan bagus. Saya sendiri baru kena 200, ya harap maklum saya dealing hariannya bukan dengan mereka ^.^
Tertarik dengan seni melipat handuk yang disebut towel origami ini? Anda bisa mempelajarinya disini dan disini.

Captured w / galaxy core, resized unedited
Almeria , 121113

Categories: pure shot! | 12 Comments

Kisah Bunga Dari La Rambla (Barcelona)

Keep florists of the la rambla in your prayers. Who will soon die for the hard line taken by The Town Council of Barcelona and for the incomprehension of  Convergència I Unió after massive indigestion of tourism. The funerals will take place as soon as the first fines imposed by The Town Council of Barcelona will be administrated to florists. We would appreciate your support by signing The Book of Condolence.

image

Saya tertegun membaca esquela didepan kios bunga tersebut. Ragu saya mendekati sang pemilik,seorang wanita seumuran simbok saya yang sedang duduk termangu disamping deretan pot bunganya.
“So, there’ll be no more flower shops in the future? ”
” No. We will all be gone”. Jawabnya datar dalam bahasa inggris yang fasih.
Pelan saya mengalihkan pandangan menyisir La Rambla de les Flors, julukan untuk avenue yang bernama asli La Rambla de Sant Josep ini. Mendung yang menggelayuti tidak menyurutkan niat para turis yang memadati La Rambla. Termasuk saya yang sedang bergegas menuju sebuah toko musik disamping Font de Canalete Fountain.

image

Columbus Monument

image

Jum’at kemarin adalah kunjungan terakhir kami di Barcelona, kota pelabuhan terbesar di Spanyol,  yang sekaligus sebagai minggu penutup europe season menuju Lisbon sebelum kami “turun mesin” di Setubal.
La Rambla adalah ruas pedestrian terpanjang di Barcelona yang terbagi enam sesuai dengan ciri khas ruas tersebut. Bermula di Plaça de Catalunya dan berakhir di Columbus Monument,Port Vell. Area terbuka sepanjang 1,2 kilo ini diperpanjang dengan dibangunnya La Rambla del Mar di Port Vell. Sebuah kawasan pejalan yang masuk ke area pelabuhan lama Barcelona, tepat disamping Drassanes Museú Marítimo.
Berurutan dari Plaça de Catalunya terdapat Rambla de Canaletes (tempat air mancur dan taman Font de Canalete), Rambla des Estudis (avenue yang dijepit oleh gereja Betlem Church disebelah kanan dan gedung Palau Moja disebelah kiri), Rambla de Sant Josep/de les Flors (terkenal dengan kios bunga dan Boquería Market, pasar lokal terbesar di Barcelona), Rambla del Centro/Rambla del Caputxins (tempat opera house Liceu yang terbakar tahun 1994 berada), Rambla de Santa Mònica (terkenal dengan museum lilinnya) dan berlanjut hingga Plaça Reial, Columbus Monument dan La Rambla del Mar.

image

La Rambla

image

La Rambla de Santa Mònica

image

image

image

image

Pemandangan yang tidak biasa memaksa langkah saya terhenti siang itu. Diantara deretan kios bunga La Rambla de les Flors terpampang esquela dalam tiga bahasa (inggris, spanyol, catalan) yang dicetak besar-besar. Beberapa turis dan penduduk lokal nampak antri disetiap kios. Memberikan dukungan dengan mengisi buku tandatangan.

image

image

image

image

image

image

Masalah bermula ketika pertengahan oktober kemarin Dewan Kota Barcelona menjatuhkan denda kepada setiap kios bunga di La Rambla de les Flors. Dengan dalih menyalahi ijin yang diberikan, tigabelas kios tersebut diharuskan membayar sebesar 750 euro hingga tenggat waktu yang ditentukan yaitu November 4,2013( Meski ketika terakhir saya disana tindakan tegas belum diberikan pemerintah). Setiap kios dinyatakan bersalah karena menjual barang seperti suvenir, magnet kulkas, postcard dan semacamnya selain dari ijin berjualan bunga yang sudah diberikan (La Vanguardia, 16 oktober 2013).
Namun akar masalah sejatinya adalah membludaknya turis di La Rambla, tingginya tingkat kriminalitas dan surutnya minat para Barcelonan (sebutan untuk penduduk lokal) membeli bunga di La Rambla.
Joan de Sagarra, salahsatu kolumnis La Vanguardia (suratkabar lokal Barcelona) pernah berkata ” When I was young, The Ramblas was a place of flowers and birds. The Ramblas of today is not my ramblas.”
Suratkabar tempat dia menulis bahkan lebih sarkas lagi. “A dark boulevards where drunks impose their styles, where wallets dissappear and there are fights and mugging. The sensation is of chaos, of a lost city. Barcelonans are turning their back on it “. (The Guardian, 24 Mei 2009).
Krisis ekonomi yang melanda Spanyol dan beberapa negara Uni Eropa juga dituding menjadi penyebab utama. Penduduk lokal lebih berhati-hati membelanjakan uangnya, termasuk membeli bunga yang bukan kebutuhan primer.
Ana Corin Sánchez, teman saya yang asli Barcelona menyayangkan denda yang dijatuhkan tersebut. Daripada memberikan denda, alangkah lebih baik jika pemerintah lebih fokus mengatur La Rambla dari segi keamanan dan memberikan alternatif usaha lain selain bunga. Tanpa pendapatan sampingan dari berjualan souvenir, kios-kios bunga tersebut dipastikan tidak bertahan lama.
Amics de La Rambla, paguyuban tempat para kios bunga dan toko souvenir tersebut bernaung, juga menyesalkan langkah yang diambil dewan kota tersebut. Kompetisi itu ada dimana-mana, namun dari 250 ribu turis yang memadati La Rambla setiap harinya, berjualan souvenir murah sebagai tambahan bukanlah sesuatu yang harus dirisaukan.
Ana benar, poin sebenarnya adalah bagaimana membuat warga Barcelona sendiri kembali ke La Rambla tanpa embel-embel copet, prostitusi dan krisis ekonomi. Sebuah tantangan yang sangat berpengaruh dalam hubungan rakyat Barcelona dengan pemerintah pusat.

image

image

“Muchas gracias”. Wanita tua itu tersenyum ketika saya membubuhkan tandatangan dibuku yang mereka sebut Book of Condolence itu.
“Con mucho gusto” balas saya.
Diseberang, seorang nenek tertatih-tatih berhenti disetiap kios, memberikan dukungannya. Tiba-tiba dada saya merasa sesak. Musim panas tahun depan ketika kami kembali kesini, kios-kios ini mungkin tidak ada lagi. Hilang tergerus kejamnya jaman. Teringat kembali ucapan wanita pemilik kios tersebut
“Kami semua akan beralih profesi. Kami warga asli yang kehilangan rejeki ditanahnya sendiri. La Rambla de Sant Josep akan kehilangan cirinya. Tak akan ada lagi bunga di La Rambla”

image

Note:
– Catalán adalah bahasa resmi penduduk Catalunya, termasuk didalamnya Barcelona, Valencia, Murcia membentang hingga Prancis selatan. Hampir mirip dengan Ocitan/ Langue d’ Oc dan Provencàl, bahasa asli penduduk Sete dan Rousillon (Prancis), Catalán sempat dilarang penggunaannya selama 36 tahun pada masa General Franco karena melambangkan pemberontakan Catalunya terhadap Spanyol. Dualisme (tiga dengan Basque) kebangsaan Spanyol ini tergambarkan dengan jelas dalam El Clásico, pertandingan sepakbola antara Barcelona melawan Real Madrid. Dan ketika tujuh pemain Spanyol (Carlos Puyol, Iniesta, Xavi, Casillas, Pique, Capdevilla, Valdes) membentangkan bendera Catalan ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia.
– esquela : semacam obituary,pengumuman kematian/pemakaman
– flor(s) : bunga

Valencia-Cartagena, November 10 2013

Categories: mblayang spain | Tags: , , | 15 Comments

Protected: Badai (3)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Protected: Badai (2)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Tags: | Enter your password to view comments.

Protected: Badai

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Tags: | Enter your password to view comments.

Menuju Roma

Akhirnya kami harus mengucap sampai jumpa lagi untuk Greece dan Turki . Setelah dua bulan terakhir mondar-mandir Istanbul – Athens, Gythion senin kemarin adalah kota terakhir Greece yang kami singgahi.
Perjalanan menuju Civittavechia dihiasi cuaca buruk beberapa saat setelah jangkar dinaikkan. Dua jam mundur sudah berlaku semenjak kami berlayar naik dari Piraeus. Menambah beda enam jam dibelakang Indonesia.
Hari ini kami dilaut seharian, membayar hutang jarak tempuh yang tersendat tadi malam.
Cuaca membaik selepas subuh tadi.Langit biru dengan sedikit gumpalan kumulus menemani. Lautpun biru membuat garis horison susah dikenali. Bagaikan kaca, memantulkan sinar mentari yang entah mengapa masih garang di awal winter.Mengusapkan hangatnya ditengah dingin udara akhir oktober.
Lima layar terbuka sempurna, berkelepak ringan dihembus angin buritan. Sepi, hanya suara air terbelah haluan meningkahi.
Besok kami tiba di Giardini Naxos. Hinggap di Lipari hari berikutnya. Lalu berkunjung ke Capri pada hari Jum’at.
Tiga pulau, tiga hari, dalam perjalanan kami menuju Civittavechia, Roma.

image

Claudy

image

Rainbow on the edge

image

Last greek sunset

image

Leaving sunset

image

image

image

Teriris haluan

image

Like a mirror

image

image

image

Smooth

image

image

Where's the horizon?

Gythion 281013

Categories: pure shot! | 10 Comments

Unedited #12 Happy Halloween

So, apa jadinya labu gede-gede di unedited #11?
Kami mengadakan kontes pumpkin carving kemaren. Jurinya adalah para penumpang yacht. Mari kita lihat hasilnya 🙂

image

image

Pumpkins mini

image

image

image

image

image

image

Ini nih pemenangnya!

image

Ditaruh di reception

image

Di lounge bar

image

Di pool bar

Sebenarnya masih banyak lagi. Halloween party juga lagi rame waktu saya nulis ini. Yahhh.. maklumlah,saya kan bukan party goers(baca=tua).
Mending di kabin, genjreng2 sambil dengerin Halloween yang sebenarnya.
Happy Halloween guys! 🙂

Captured w / galaxy core, unedited
Lipari, Sicily 311013

Categories: pure shot! | 5 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.