saya Indonesia

Kepala Dewa

Termangu sang Bima ditepian samudera, dibelai kehangatan alun ombak setinggi betis. Tak ada lagi tempat untuk bertanya, sesirnanya sang naga Nemburnawa. Dewa Ruci, sang Marbudyengrat memandangnya iba dari kejauhan, tahu belaka bahwa Tirta Prawita memang tidak pernah ada.”
cuplikan lakon Bima Suci-
———————————-
Ketika ditanya apa nama kapal layar kebanggaan Indonesia, saya yakin mayoritas orang kita akan menjawab KRI Dewa Ruci. Namun jika pertanyaan itu dilanjutkan lagi dengan apa sih Dewa Ruci, itu nama orang atau nama benda? Saya kok juga yakin jika disurvey secara mendadak di semua sekolah menengah bisa dipastikan hanya sedikit generasi muda kita yang tahu dan mengerti.
Dewa Ruci adalah tokoh sentral dalam lakon wayang Bima Suci. Biasa juga disebut Serat Dewa Ruci.
Dikisahkan Bima (Werkudara), anak kedua dari keluarga Pandawa yang bandel itu sedang galau, gelisah mencoba mencari arti dari kehidupan sesungguhnya. Bagai melihat kesempatan emas untuk menghancurkanu Pandawa, Begawan Durna yang dihasut Sengkuni ( Kurawa) menasihatinya untuk menemukan Tirta Prewitasari (air kehidupan) di hutan Tikbrasara di kaki gunung Reksamuka. Meski saudara-saudaranya yang lain mencegahnya, Bima tetep ndableg mencarinya. Maka sampailah si bandel ini di hutan itu. Apa lacur? Yang terjadi adalah dia dikeroyok dua raksasa bernama Rukmuka dan Rukmekolo. Namanya jagoan tentu saja dia menang. Bahkan para raksasa tersebut berubah menjadi Batara Indra dan Batara Bayu yang memang sengaja diruwat oleh Batara Guru menjadi raksasa.
Bimapun dengan polosnya kembali ke Begawan Durna, menanyakan dimana letak Tirta Prewitasari yang sesungguhnya.Ada ditengah samudera, begitu kata Durna. Namanya juga galau, lagi-lagi Bima menurut dan menggunakan ajian sangara nyemplung ke tengah samudra.  Disana dia bertemu putri duyung  naga Nemburnawa/Antaboga. Dasar tukang berantem, bertempurlah dia dengan si naga yang langsung KO tercabik cakaran kuku Pancanakanya (cowok kok nyakar -.-‘).
Entah darimana datangnya, tiba-tiba muncullah sesosok manusia kerdil yang sama persis dengan dirinya. Meski kecil, orang ini ternyata hebat karena mampu membuktikan siapa Bima dan apa tujuannya. Bima yang terpesonapun menurut ketika diharuskan masuk kerongga perut orang kerdil itu lewat telinga kanannya. Dari sanalah dia mendapat wejangan dan ilmu hingga menjadi Begawan Bima Suci.
Terjemahan kasar dari lakon ini adalah untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya kita harus mampu mengenal dan menemukan jati diri kita sendiri. Digambarkan dengan Bima mencari air sari kehidupan (Tirta Prewitasari) di hutan Tikbrasara ( landeping cipta=tajamnya rasa) di gunung Reksamuka. Yang berarti Bima bersemedi menajamkan rasa untuk mendapatkan ilmu dan kemuliaan (rukmuko rukmekolo) berlanjut dengan Bima menyelam ke dalam samudra pengampunan untuk menaklukkan kejahatan (nemburnowo) didalam hatinya sendiri sebelum benar-benar menjadi suci.

image

Sebegitu dalamnya makna yang tersirat dari perjalanan Bima mencari jati diri nya ini, pemerintahpun memutuskan nama Dewa Ruci sebagai nama satu-satunya kapal layar yang dimiliki Indonesia. Tiga tiang layarnya pun masing-masing diberi nama Bima(35,3 m), Arjuna (35,9 m) dan Yudhistira (32,5 m).
Figurehead yang terpasang di bowsprit (hidung kapal)nya pun perwujudan patung Dewa Ruci/Bima. Konon figurehead adalah pembawa keberuntungan dan cuaca bagus sebuah kapal terutama kapal jaman dahulu yang rata-rata memakai layar. Sebuah simbol yang seiring perkembangan teknologi transportasi berasimilasi dengan mitos dan tradisi menjadi lambang-lambang perusahaan yang tertempel dihidung mobil dan sepeda anda.

image

Bagaimana dengan kami? Well, mungkin kami tidak seklasik Dewa Ruci. Empat mast (tiang) kami “hanya” setinggi 62 meter dan kami tidak mau beresiko simbol keberuntungan kami rusak terkikis air laut. Kami mempunyai “Hertha” , replika dari figurehead frigate Prussia yang selalu berdiri setia tepat diantara mast ketiga dan keempat.

image

image

hertha

hertha

image

Note :
– “jangan malu bertanya jika memang tidak tahu ”
Salahsatu wejangan Dewa Ruci kepada Bima, tersirat dari kalimat-kalimatnya berikut ini
” Jangan pergi sebelum tahu tujuanmu. Jangan makan jika tidak tahu rasanya. Tahu hanya dari bertanya. Bisa berpangkal dari meniru dan mencoba ”
– Konon terdapat 29 naskah lakon Dewa Ruci,19 diantaranya ada di Leiden, Belanda (Purbocaroko,1940)
– kuku Pancanaka tersebut masih laris sebagai nama minuman kesehatan penambah tenaga
– nama keren Bima lainnya : Werkudara, Balawa, Dandung Wacana, Nagata, Jagal Abilawa, Bayusuta, Sena, Pandu Siwi, Kowara, Kusumo Yudho, Bratasena, Wijasena, Birawa
– kerja sambilan Bima : butcher ( Jagal Abilawa)
– kain poleng (kotak-kotak hitam putih) seperti yang melingkar di arca-arca Bali adalah kain yang diberikan Batari Durga ketika Bima masih didalam “bungkus”nya, dan juga kain yang dipakainya ketika “mentas” dari samudra.
-oh ya..kuku pancanaka tersebut diturunkan ke anaknya yang jago terbang, si Gatotkaca  ^.^
-info lebih lanjut tentang sejarah figurehead ada disini
-baca kisah menarik para lakon wayang disini
-situs resmi kapal kebanggaan kita ada disini

Piraeus 261013

Categories: saya Indonesia | 4 Comments

Surat Cinta Untuk Indonesia

tiang tertinggi sang merah putih(80mtr)

tiang tertinggi sang merah putih(80mtr)

Talinn,Estonia,Msy WindSurf ,Agustus 17,2012.Terburu-buru saya berlari ke kabin.Seragam kebesaran ditanggalkan berganti kaus kemeja merah putih yang sudah dari kemarin dipersiapkan.Beberapa kawan pun nampak melakukan hal yang sama.Jarum pendek dari jam dinding yang terpasang dialleyway hampir menunjuk angka 10.Nun tiga deck diatas crew corridor,suasana masih nampak lengang.Beberapa crew berseragam serba putih sedang khusyuk membuka lipatan sebuah bendera.Satu demi satu,dari arah yang berbeda bermunculanlah para crew.Berkumpul bersama dan mulai membentuk sebuah barisan.Para tamu undanganpun mulai hadir.Sebagai tukang foto tidak resmi saya hanya diam dibelakang barisan.Mencoba mencari celah-celah terbaik mengabadikan momen tersebut.

Hari itu adalah hari yang istimewa.Tanpa menebak,anda pasti tahu bahwa kami sedang melaksanakan upacara bendera.Tradisi ber-upacara ini sudah berjalan puluhan tahun.Ketika kami masih dibawah bendera perusahaan Holland America berlanjut hingga sekarang ketika kami bernaung bersama pasukan Xanterra.Jarak yang jauh dengan kampung halaman bukan masalah.Momen-momen berharga seperti lebaran,natal,tujuhbelasan adalah momen yang special dan selalu dirayakan.Tentu dengan cara kami sendiri.Tiga bulan menjelang hari H,sebuah komite dibentuk.Rapat digelar,anggaran dibahas dan email-emailpun mulai ditebar.Dari tetek bengek upacara,seragam yang dikenakan,pengibar bendera,tamu yang diundang,makanan yang disajikan sampai lomba-lomba yang diadakan pun tak ketinggalan.Persis waktu saya masih aktif dipaguyuban muda-mudi kampung diSolo dulu.

Kaus kemeja yang dipakai adalah pesanan khusus dari Melayu.Dibawa secara berantai oleh crew yang berangkat.Sebuah tim khusus kuliner Indonesia juga dibentuk.Ditangan tim inilah,nama besar citarasa masakan Indonesia dipertaruhkan.Karena yang mencicipi bukanlah lidah orang kita saja,lebih dari 10 bangsa ada disini.Cocok tidak cocok meski subyektif tetap berpengaruh pada citra Indonesia.Lomba yang digelarpun tak tanggung-tanggung.Turnamen gaplek,catur,dart,pingpong,sepakbola dan tariktambang diadukan.Khusus sepakbola dan tarik tambang dilaksanakan ketika kami berthing/berlabuh dikota yang memungkinkan seperti Elba(italy),Rodhos(Greece),atau Kotor(Montenegro).Semua crew bisa mendaftar dan menjadi peserta.Suasana heboh dan akrab khas Indonesia begitu terasa ketika lomba berlangsung.Bisa anda bayangkan sendiri nun di Elba,Italy,pulau pengasingan seorang Napoleon,lomba tariktambang ala Indonesia sedang berlangsung dengan peserta yang gado-gado kebangsaannya.Semakin heboh ketika masyarakat lokalnya pun sampai ikut berkerumun dan menyoraki.

Sehari menjelang hari H,tim dekor mulai beraksi menghiasi crewmess dengan dekorasi berciri merahputih.Setelah upacara,sore harinya kami menggelar dinner special Indonesia.Dari sate,soto,gado-gado,tahu acar sampai es buahpun disajikan.Sambal tentu tak ketinggalan.Lengkap dengan kerupuk udang dan emping goreng.Malam hari setelah hari H,pesta pun berlangsung.Sebuah band yang terdiri dari crew Indonesia menyanyikan lagu-lagu Indonesia.Dari Bendera-nya Cokelat,Gebyar-Gebyar,sampai lagu dangdutpun dimainkan.Pesta yang fun,dengan corak Indonesia.Sesekali dijeda lagu,lomba-lomba konyol ala tujuhbelasan digelar.Lomba makan kerupuk,memasukkan pensil kebotol,bola  gandlup(memukul bola pingpong dengan terong yang digantung dipinggang) dan lain-lain.Hadiah dan doorprizenya tentu ada,lagi-lagi khas Indonesia.Kemeja batik,sarung,baju koko dan uang tunai.Seru kan?sebuah wujud kecintaan kami pada Indonesia.

Itu kenangan tahun kemarin.Tahun ini,saya ada di Msy (motorship yacht) WindStar.Yacht tertua dan lebih kecil dengan kapasitas crew dan penumpang separuh dari WindSurf.Delapan tahun sudah saya bersama tiga yacht ini dan tradisi  tetap berjalan.Kami sedang bersandar di Nice,Prancis .Summer yang panas bukanlah halangan.Ribuan kilo dari tanah air bukan berarti kami melupakan Indonesia.Benar kata pepatah,kekuatan sebuah cinta hanya teruji setelah terentang jarak dan waktu-halah-.Dalam hal ini,cinta kami pada Indonesia.Semakin jauh kami berada,semakin kami mencintai Indonesia.

Bagaimana dengan upacaranya sendiri?Sebelum upacara berlangsung,pengumuman melalui pengeras suara diperdengarkan.Memberitahukan kepada semua penumpang yacht bahwa hari itu adalah hari kemerdekaan Indonesia dan sebentar lagi upacara bendera akan dilangsungkan diopen deck.Semua penumpang dipersilahkan untuk datang dan bergabung.Bangga sekali rasanya melihat antusiasme bangsa lain ingin bergabung dengan kami berupacara.Tamu undangan adalah para port agent dan kolega kami di Nice.Usia dan postur yang beragam dengan wajah-wajah culun seolah menambah daya tarik upacara tersebut.Meskipun sederhana dan alakadarnya,upacara berlangsung dengan khidmat.

“Gila!gue merinding coy!”bisik seorang teman didepan saya.

Saya bungkam seribu bahasa.Saya sendiri juga merinding.Melihat bendera kebanggaan perlahan naik ke angkasa diiringi Indonesia Raya disaat jauh dari tanah air tercinta adalah suatu perasaan yang tidak bisa digambarkan.Bagaikan sebuah film di-rewind,kenangan-kenangan akan upacara sewaktu sekolah,malam tirakatan dikampung,bersih-bersih  bersama tetangga,keriangan suasana sore menjelang tujuhbelasan ketika berbagai lomba diadakan dan semua kenangan manis tujuhbelasan diMelayu seolah terulang kembali.

Ketika kami menyanyikan bait demi bait Bagimu Negri,suara saya seolah hilang.Pun ketika kami menunduk mengheningkan cipta.Saya yakin kami semua pada saat itu menahan haru yang teramat sangat.Terbersit dikepala beginikah nasionalisme itu?sekedar haru dan rindu sesaat pada negara?dan ketika hari berlalu tata cara sholat dan meyakini Tuhan menjadi pembeda,ketika jurang terbentuk karena sipitnya mata dan berbeda aksara?

Dimanapun berada,kami Indonesia

Elba 230813

IMG_1769

IMG_1773

dekor mendekor

dekor mendekor

narsis bareng

narsis bareng

the feeling seeing it up there

the feeling seeing it up there

loving indonesia

loving indonesia

620994_450361891653143_1239183959_o

Categories: saya Indonesia | Tags: , , , | 17 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.