mblayang greece

Rumah Ketiga: Images (Fira,Santorini)

Diawal-awal musim semi,sering saya duduk sendiri di bangku kayu di central square Fira.Berteman kopi kaleng dan teropong pandang,melongok jauh kebawah.
Saya belum pernah ke Oia,kampung tempat kincir angin dan semua gereja kubah biru berada.Ke Akrotiri,kota kuno yang berhasil digali kembali atau ke Thirasia,pulau pecahan Santorini dimana chapel mungil Agia Irini,asal nama dari Santorini berada.Untuk sementara,Fira sudah mencukupi.
Saya sedang malas bercerita.Fira di Santorini layaknya Chora di Mykonos dan Old Town di Rhodes adalah rumah ketiga saya.Delapan tahun saya mengenal setiap lekuk jalan kota-kota ini.Ketika kami kembali disini setelah bertapa di amerika tengah,selalu ada senyum terumbar di wajah-wajah kami.
Kami berhasil kawan.Tiga samudra dan puluhan negara kami singgahi.Kanal terpanjang dunia kami susuri.Badai terganas kami tempuhi.Dan disini,diatas tebing-tebing curam rumah ketiga kami,diterpa hangat musim semi,kami tahu bahwa Fira,Santorini dan layar kami adalah pasangan serasi.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

 

image

image

image

paleia kameni dari gang kecil samping gereja

paleia kameni dari gang kecil samping gereja

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

→maaf..berhubung mblayang sendiri,yang mengharap foto leonardo dee caprio mohon jangan patah hati.

Advertisements
Categories: mblayang greece | Tags: , | 27 Comments

Rumah Ketiga : Water And The Blue Water (Fira,Santorini)

Saya belum menyadari betapa pentingnya air di Santorini sampai ketika saya iseng bertanya kepada salah seorang nahkoda Santorini Boat Union saat melihat selang panjang menjulur kebawah dari Fira hingga kedalam laut.
“Those are water!” Serunya.
Air? Saya mengernyitkan dahi.Saya baru paham ketika nahkoda itu menjelaskan selang-selang tersebut bukan selang pembuangan limbah rumahtangga melainkan selang penyedot air laut.
Gila! Pikir saya.Pompa sebesar apa yang mampu menyedot air dari ketinggian rata-rata diatas 250 meter.
Usut punya usut,setelah gunung berapi di pulau yang bernama asli Strongyli ini meletus,semua aliran air bawah tanahnya ikut terputus.Ketika itu penduduk setempat hanya mampu mengharapkan air dari datangnya hujan dan sumber mata air kecil.
Bagaimana dengan sekarang?
Salah seorang penumpang yacht yang pernah bermalam disebuah losmen kecil pernah mengeluhkan charge yang dikenakan ketika dia hendak mandi.Dari dia juga saya mendapat keterangan bahwa air-air yang ada dikolam renang dan toilet umum adalah air hasil penyulingan dari air laut.
Saya pun kembali iseng bertanya kepada pemilik kafe tempat kami biasa nongkrong.Dengan enggan dia menceritakan ada hari-hari tertentu dalam satu minggu yang biasa mereka sebut “water day”.Truk-truk pengangkut air yang datang dari Dodecanese akan menyuplai kebutuhan air minum setiap wilayah.Dia lalu menunjuk air digelas yang ada didepan saya dan air yang keluar dari wastafel.
Air minum di gelas adalah air “impor” dan yang ada di wastafel adalah hasil sulingan air laut.
Sebelum dibangun pabrik penyulingan dengan kapasitas 1200 meter kubik perhari di Fira pada Desember 2009,satu-satunya pabrik penyulingan air di pulau ini ada di Oia,sebuah kampung dipucuk kanan Santorini.Air yang dihasilkanpun masih berkategori non-potable.Bisa dipakai mandi,mencuci dan memasak namun perlu proses lebih lanjut untuk bisa diminum.Air dari Oia inilah yang mengalir ke setiap rumah dan hotel di Santorini dulu.
Saat tulisan ini dibuat,air minum masih menjadi problem utama di Santorini.Banyak wisatawan yang telat menyadari hal ini.Jangan kaget ketika bersikat gigi ,air yang keluar di wastafel akan berasa aneh dan bersiaplah merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli air minum kemasan selama di Santorini.

———————————
Biru!Sangat biru!
Selama 13 tahun menjadi nomad,laut didalam lingkar kaldera Santorini merupakan salahsatu laut terbiru yang pernah saya lihat.Dari Fira,warna biru laut dibawahnya sangatlah menenangkan.Berbeda dengan daerah pesisir atau pantai yang relatif landai dan dangkal membuat warna ombak di tepi pantai terpecah dan cenderung kelabu.
Bagaimana warnanya jika dilihat dari dekat? Sama.Tetap biru.Sangat biru.
Warna ini baru akan pudar ketika cuaca memburuk dan mempengaruhi pergerakan air.Faktor utama yang mempengaruhi warna ini adalah kedalaman laut bekas kaldera Santorini.Bisa dibayangkan kekuatan seperti apa dari sebuah gunung yang meletus dan mampu membuat pulau yang bentuk asalnya bundar menjadi berbentuk bulan sabit berkedalaman air 400 meter.
Dalamnya air inilah yang membuat kapal-kapal penumpang berukuran besar tidak mampu mengulur jangkarnya di Santorini.Yacht kami mempunyai dua jangkar dengan panjang masing-masing 135 meter.Sangat tidak mungkin menyentuh dasar laut Santorini.Beberapa spot di lingkar kaldera memang ada yang berkedalaman kurang dari 200 meter,namun berjarak lumayan jauh dari dermaga Fira Skala.
Dua alternatif untuk berlabuh di kaldera Santorini adalah dengan menggunakan buoy(pelampung) beton raksasa dan floating/mengapung.
Kedua cara itu membutuhkan pengawasan ketat dari bridge/anjungan.
Dengan buoy raksasa yang tertanam 200 meter didasar laut sebagai perantara,kapal bisa menambatkan talinya disana.
Cara floating atau lebih dikenal dengan drifting sering dipakai jika buoy yang tersedia hanya empat buah telah terpakai semua.
Mungkin terdengar gampang bagi orang awam,meski kenyataannya tidak demikian.Angin,arus bawah dan ombak sangat mempengaruhi pergerakan dan pergeseran posisi kapal yang diam.Apalagi di lingkar dalam Santorini,lengah sedikit salah-salah kapal bisa membentur dinding tebing.
Ketika posisi mulai berubah,kapal mengaktifkan thruster untuk kembali ke posisi semula.Thruster adalah mesin berbaling-baling ditanam dibagian samping depan kiri dan kanan sebuah kapal.
Thruster inilah yang membuat kapal mampu berputar dan bermanuver ketika bersandar dipelabuhan.
Satu hal lagi yang unik di Fira adalah kebijakan pemerintah setempat yang mengharuskan setiap kapal memakai jasa perahu/tender Santorini Boatmen Union sebagai moda antar jemput dari kapal ke dermaga.Kapal-kapal penumpang tidak diperbolehkan memakai tender mereka sendiri,termasuk yacht kami.
Selain menambah pemasukan daerah,kebijakan tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja.Dari berbagai negara didunia yang pernah saya singgahi,saya baru menemui Capri di Italy,Koh Samui di Thailand dan Santorini yang menggunakan peraturan ini.
Birunya air pulau ini berpadu dengan teknologi dan kebijakan yang tepat sasaran ternyata mampu mendatangkan rejeki tambahan dari sisi tak terduga.

image

Tender dari boatmen union di fira skala

image

Fira dan airnya yang biru.foto berikut akan menampilkan zoom dari selang ditebingnya

image

Selang putih ditebing Fira

image

Dari flying bridge

image

Oia,nun disana

image

Ciblon di santorini

image

image

Nggletak sik ahhh

image

Dari tender

image

Gethek tempat saya mbabu ^ ^

image

Kapal-kapal yang (kelihatannya sih ) diam

image

Santorini aerial view → gambar minjem

image

Pabrik penyulingan di santorini → gambar minjem termak.gr

image

Empat buoy merah sebagai tempat tambatan hati ..eh..tali :p →gambar juga minjem dari boatmen union

image

Nautical chart yang menunjukkan hydrografis dan kedalaman air →gambar lagi-lagi minjem -.-'

image

Sea diamond tahun 2007,tenggelam di Santorini

image

Tragedi untuk kesekian kali

image

Asli! Bukan pinjeman.tanpa editan. Huh* membuang muka

image

Biru putih bendera yunani.sebiru lautnya.seputih kulit saya.wkwkwk...

Note:
– M/S Sea Diamond terbaring dengan damai pada kedalaman 200 meter di sebelah kiri Fira Skala.Kesalahan membaca peta navigasi menyebabkan hull kapal robek tersangkut karang didalam air dan tenggelam pada 6 april 2007 dengan posisi mendongak keatas.Ujung bowspritnya hanya berjarak 60 meter dari permukaan air.
-Dua penumpang berkebangsaan prancis,seorang ayah dan putrinya hingga saat ini belum diketemukan.
-Kekuatan letusan gunung api di Santorini diperkirakan empat kali lebih besar dari Krakatau(1883) dan dua kali lebih besar dari Tambora (1815).
-Letusan gunung api ini menimbulkan tsunami dan menenggelamkan bangsa Minoan di Crete.Debu vulkaniknya mengubur sisa pulau ini hingga 60 meter.
-Peradaban yang hilang di Santorini karena letusan itu memperkuat spekulasi tentang Atlantis.Sebuah teori dalam dialog di Timaues dan Critias oleh Plato.
-Sisterhood of The Travelling Pants(1&2) dan Lara Croft :Tomb Raider mengambil lokasi di Santorini sedangkan Mammamia berlokasi di Skiathos.
-Sebuah kapal ber-thruster mempunyai simbol “x” di samping depan kiri dan kanannya.
-referensi : http://www.termak.gr (desalination plant) ; http://www.santorini-boatmenunion ; http://www.noaa.gov ; santorini yacht services (navigasi) ; wikipedia ; national geographic ; penduduk lokal dan pengalaman pribadi.
-sebagian gambar koleksi pribadi diambil dengan samsung galaxy core.
-next post → mblayang greece → Rumah Ketiga : Images  (Fira,Santorini )

Categories: mblayang greece | Tags: , , | 22 Comments

Rumah Ketiga : Ironi Tebing Sunyi ( Fira,Santorini )

Iba rasanya jika melihat para penjaga keledai itu.Sebagian dari mereka berusia uzur,beberapa ada yang masih belasan tahun.Tarif yang dipatok seharga 5 euro untuk one way trip satu keledai dari Fira ke dermaga lama atau sebaliknya sangatlah tidak sepadan jika dibanding “pajak” perkeledai yang harus disetor ke juragannya.Saya sendiri maklum melihat wajah-wajah keruh mereka.Beberapa diantaranya bahkan menunjukkan sikap tidak bersahabat.Jauh berbeda dengan tabiat penduduk lainnya.Enggannya para pelancong melewati jalur keledai dikarenakan cuaca panas dan hadirnya fasilitas cablecar menambah berat beban mereka.Dari ribuan turis yang datang melalui jalur laut hanya segelintir yang berminat melalui jalur keledai.Selebihnya memakai cara yang lebih praktis,hemat waktu dan biaya dengan menaiki cablecar ke Fira.
Saya hanya sempat dua kali memakai jalur keledai disummer 2005 dan 2011.Itupun ketika waktu saya longgar.Saat itu seorang penjaga dengan tambahan tips 5 euro akan menemani selama perjalanan naik atau menuruni tebing.Tetapi hal itu sepertinya berubah ketika saya menuruni Fira minggu kemarin.Berpapasan beberapa kali dengan rombongan turis,tak nampak satu penjagapun yang menemani mereka.
Rute saya selalu sama.Naik ke Fira dengan cablecar dan turun kebawah lewat jalur keledai.Sekali pernah saya mencoba hiking dari Fira Skala(dermaga lama Fira) ke atas.Jarak dari bawah diukur tegak lurus adalah 270 meter dengan 580 buah anak tangga.Tidak terlalu curam seperti di Sorrento,Italy.Terlalu landai malah.Didesain zigzag sampai atas dan dengan kemiringan sekitar 30 derajat justru membuat jarak tempuh seakan bertambah tiga kali lipat.Satu anak tangga kadang membutuhkan dua tiga langkah melaluinya.Belum ditambah kotoran keledai disana-sini berceceran dari atas sampai bawah membuat langkah terlompat-lompat dan harus ekstra waspada.Stamina dan endurance ditengah cuaca panas sangat dibutuhkan.Belajar dari situ,saya memilih ketika turun saja mengambil jalur keledai.Seru sebenarnya jika berkeledai ria.Seperti menunggang kuda didaerah Gunung Lawu.Namun terkadang sang tunggangan mogok dan ngambek ditengah jalan.Dibelai-belai dan dirayu macam apapun dia tak bergeming.Beberapa ada yang lebih parah.Setelah lebih dari separuh mendaki,malah berbalik arah dan kembali turun.Si penunggang diatasnya cuma bisa tertawa jengkel.Menggelikan.
Dari jalur keledai,view kearah lautan dengan tiga pulau ditengah Santorini terlihat jelas.Begitu juga dengan bukit-bukit disebelahnya.Terasa aneh sebenarnya ketika melewati jalur keledai sementara di sebelahnya enam gerbong cablecar berkali-kali melintas.Seolah meledek para pelancong yang memilih jalur keledai.Sebenarnya,bercablecar ria pun juga suatu pengalaman tersendiri Apalagi jika kita mengidap phobia ketinggian.
Tiket sekali jalan cablecar untuk umum adalah 4 euro.Namun dengan menunjukkan ID,saya hanya perlu membayar seperempatnya.Harga spesial ini juga berlaku disetiap moneychanger,dutyfree pelabuhan dan beberapa toko dan butik di Greek dan beberapa negara eropa.
Sensasi cablecar  baru terasa jika duduk digerbong paling bawah.Dari situ view kearah dermaga lama tidak terhalang deretan gerbong lain.Ditambah dengan getaran dan suara gesekan roda penarik gerbong,setiap orang yang baru pertama kali menaiki cablecar pasti sedikit jantungan.Berbeda dengan cablecar di Barcelona atau Peak Tram di Hong kong yang notabene horisontal,cablecar Fira memiliki kemiringan lebih dari 60 derajat dan sangat curam.Dengan satu gerbong berkapasitas 6 orang dan selang waktu tempuh yang kurang dari 10 menit,pantaslah jika setiap pelancong memilihnya.Antrian mengular dari cablecar station sering luber hingga ke dermaga di peak season.Setiap orang seolah berebut demi mengejar waktu untuk menikmati Fira lebih lama.Rela berdiri dihajar mentari.
Padahal jika dilihat dari sisi memorablenya,saya yakin berkeledai ria atau berjalan turun menyusuri jalur keledai dipetang hari sebelum sunset akan lebih membekas dihati.Sebuah ironi,mengingat keledai adalah ikon Santorini.
Begitulah..terkadang  demi mengejar efisiensi dan destinasi, kita lupa bahwa sebuah journey hadir untuk dinikmati.

image

Old market di Skala Fira,pintu masuk kearah jalur keledai

image

Lorong jalur keledai yang lengang

image

Tarif resmi keledai

image

Para penjaga keledai,acuh dan selalu memalingkan wajah jika difoto

image

Antrian keledai di lorong bawah

image

Antrian keledai dijalur atas

image

Donkey path

image

Donkey path yang sepi

image

Segelintir turis yang bernyali adventure

image

Jalur atas

image

Minggir dai! Ogut mau lewat!

image

Duh..lewatnya gimana -.-'

image

image

View dari jalur keledai

image

image

image

Keledai yang ngambek ditengah jalan

image

Diketawain dari cablecar.Asem!!!

image

Jalur cablecar dari jalur keledai

image

Jentrek-jentrek ngebaki dalan

image

Helo fe! :p

image

Skala Fira / dermaga lama

image

Cablecar stasiun bawah

image

Roda penggerak cablecar

image

Masss..enteni masss!!!

image

View dari gerbong belakang.nea kameni dan paleia kameni terlihat jelas

image

Papasan dengan cablecar yang turun

image

Ukur sendiri dah berapa derajat miringnya

image

Nea Kameni dan Paleia Kameni

image

Rodanya ga cuma satu..ya iyalah ^ ^'

image

View samping kiri

image

View samping kanan.ntu yacht ogut dibawah!

image

Nyampe diatas

image

Stasiun atas

Note :
-beberapa travelblog mengkritisi perlakuan para penjaga dan pemilik keledai yang meng-abuse hewan piaraannya.
-sebuah petisi dari beberapa yayasan penyayang binatang berlokasi di Inggris pernah dibuat beberapa tahun silam,menuntut perlakuan yang lebih manusiawi terhadap keledai di Santorini.
– beberapa keledai sengaja menggesekkan punggungnya ke dinding pembatas jalur mengakibatkan cidera ke beberapa penunggangnya,beberapa ahli mengatakan tingkah ini disebabkan gatal akibat luka-luka sabetan dari penjaga keledai.
-ketika beberapa website menganjurkan untuk tidak memakai jasa keledai dalam rangka aksi boikot menuntut perhatian lebih terhadap kekerasan pada keledai,para ahli sosial dan ekonomi berkesimpulan bahwa kesenjangan ekonomi dan kecilnya bayaran yang diterima antara penduduk lokal dan pendatanglah yang menjadi sebab utama.
-info mengenai sejarah keledai dan cablecar di Santorini ada di http://www.santorini-donkeyunion.com dan http://www.scc.com (santorinicablecar)
-referensi DK Eyewitness “the greek islands” ; Lonely Planet ” Discover Greece” ; http://www.donkeysanctuary.org ; http://www.tripadvisor.com ; http://www.cruisecritic.com ;penduduk lokal dan pengalaman pribadi.
-semua gambar koleksi pribadi hasil editan asal menggunakan pics art studio diambil dengan samsung galaxy mini dan samsung galaxy core.
-next post → mblayang greece → Rumah Ketiga : Water And The Blue Water ( Fira, Santorini)

image

Leonardo dee caprio

Categories: mblayang greece | Tags: , , | 12 Comments

Rumah Ketiga (Chora,Mykonos)

Sepertinya tidak berlebihan jika saya menganggap Chora-dibaca Hora-,kota kecil di mykonos ini sebagai rumah ketiga.Lebih dari 12 tahun windstar dan windspirit kesini,bersandar di Agios Stefanos,nama pelabuhan ferrynya atau anchoring di depan waterfront Chora.Si bungsu dan yang paling tambun,windsurf,hanya sesekali ke Greek.Lebih banyak blusukan di mediteran atas dan baltic.Sekian tahun kemudian seiring semakin banyaknya  kapal ukuran jumbo yang singgah,sebuah pelabuhan baru berjarak 15 menit dari Chora dibangun.
Minggu ini adalah voyage ke 10 dari 16 voyages yang bakal melalui mykonos.Berdurasi 7 hari dengan 6 persinggahan bertema “Greek Islands and Historical Turkey”. Piraeus(Athens) menjadi titik start layar kami terkembang dengan persinggahan di Rhodes,Mykonos,Santorini,Bodrum,Kusadasi,menyusuri selat Dardanella dan berakhir di Istanbul.
Seperti karakter pulau-pulau Cyclades lainnya,kami menyebut Mykonos pulau angin.Tidak mudah untuk berlabuh atau ulur jangkar diperairannya.Beberapa tahun silam,springline sebuah kapal yang bersandar di newport pernah putus,menyambar salah seorang crewnya.Angin yang sangat murah inilah yang menjadi alasan utama banyak terdapat kincir angin penggiling jagung dibukit-bukit selatan pulau mykonos.
Dulu sebelum internet dan smartphone merajalela,setiap boks telepon umum di Chora adalah sahabat.Sampai sekarangpun masih,meski frekuensinya jauh berkurang.Kami seperti hafal letak semua telpon umum disini,yang berfungsi bagus atau yang sudah rusak.Yang teduh dibawah pohon maupun yang panas dipinggir jalan.Terkadang kami berlarian berebut telepon umum yang lokasinya bagus,sepi dan rindang.Lucu kalau ingat masa-masa itu.
Perkembangan komunikasi membuat kami lebih sering nongkrong dikafe berwifi ria atau dipojok-pojok gedung yang mempunyai hotspot.Kami hafal kafe-kafe yang sengaja mematikan router wifinya jika kami kelamaan nongkrong atau kafe yang empunya berbaik hati kuota internetnya habis dalam sehari.Percayalah,kami mengenal setiap sudut Chora.
Seperti biasa,sesuai schedule minggu ini kami anchoring di Mykonos .Angin yang kurang bersahabat membuat proses tendering agak lama,lebih beresiko dan susah.Tender,atau boat atau lifeboat adalah kapal motor kecil yang menempel dibadan yacht.Umum digunakan untuk keadaan darurat dan sebagai sarana transport dari sebuah kapal ke pelabuhan jika pelabuhan tersebut terlalu kecil untuk berthing.
Tender kami biasa bersandar di dermaga sisi dalam breakwater/pemecah gelombang di ujung Chora.Dari breakwater,sebuah gereja mungil berkubah biru diam menanti.Seolah mengucap selamat datang kembali setelah dua bulan tidak bersua.Gereja ini beserta lighthouse di ujung breakwater merupakan salam pembuka dari jalur laut kawasan inner harbour kota Chora.Disepanjang inner harbour,deretan resto dan kafe berjajar rapi, penuh dengan pelancong dan backpacker.Sebuah squarepark kecil diujung inner harbour adalah pembuka dari jalan darat .Secuil pantai berpasir lembut dengan dermaga mungil terletak didalamnya.Sesekali Petros,sang pelikan maskot mykonos menampakkan diri,bermalas-malasan dengan puluhan burung dara diatas dermaga,atau bermesraan dengan pasangannya yang berbulu merah jambu,Irini.Mulut jalan-jalan kecil menyempil disela-sela bangunan dan resto.Siap sedia menyambut semua pendatang untuk tersesat didalamnya.
Saya bukan pecinta keramaian,malas rasanya berjalan diantara kumpulan para turis yang terkadang tidak beretika.Buang sampah sana sini,berlagak pongah ke penduduk lokal tanpa menghormati budaya setempat maupun mabuk sembarangan.Chora terasa asing sekarang.Aura syahdu kota ini tenggelam ditangan para penikmat matahari.
Diujung breakwater,diatas tebing rendah berbatasan langsung dengan laut sebuah gereja lain sudah menunggu.Panagia Paraportianis namanya.Gereja yang selalu hadir disetiap foto dan kartupos mykonos.Letaknya yang strategis diujung waterfront bersebelahan dengan Alefkandra, menancapkan citra bahwa Greek sejatinya adalah negara yang ortodoks.Alefkandra merupakan deretan rumah kubus berbalkon kayu tepat diatas air.Kemiripannya dengan Venice di Italy membuat julukan Little Venice melekat dikawasan itu.
Duduk di kafe pinggir waterfront,dengan secangkir cappucino dan sebungkus camel,memandang lepas kearah laut,berlindung dari terpaan angin dan percikan air yang membasahi kaki dan menatap lekat lima kincir angin yang bertengger garang dibukit diatas plateia Alefkandra,imajinasi saya seolah kembali ke masa silam.Membayangkan bilah-bilah raksasa kincir kayu berputar,menggerakkan batu bundar penggerus biji jagung didalamnya.Hilir mudik keledai dengan kantong pengangkut barang,riuhnya suasana pelabuhan dengan kapal nelayan,anak-anak kecil berlarian di gang-gang sempitnya dan para pendeta berjanggut panjang tersenyum hangat didepan gereja-gereja kecilnya…
Ahh..saya melantur.Imajinasi itu hanya keluar ketika Chora sedang menyepi diawal summer dan diawal winter.Ketika Chora benar-benar kembali ke wujud aslinya.Chora dan Mykonos sekarang dalam masa panen.Ribuan orang menjejali kota kecil ini.Ferry-ferry tak henti menumpahkan island hopper dan backpacker di pelabuhan.Kafe dan resto bersaing menjadikan turis sebagai raja.Hotel dan losmen tak pernah mengenal kata kosong.Semua berlomba memetik rejeki sebelum musim panas berakhir.
Bagi para pelancong,being lost di Chora adalah harus.Saya tidak menampik pernyataan ini.Jalan-jalan kecil berliku yang membingungkan.Rumah-rumah berbentuk serupa.Dominasi warna bendera negara ,biru dan putih, dimana-mana.Bertambah cantik dengan bunga-bunga bougenville yang menjulur disetiap sudut jalanan Chora.Sesekali deretan warna cerah pot-pot bunga diberanda rumah penduduk menyegarkan suasana.
Jika tidak tergesa,terkadang saya biarkan kaki ini melangkah kemana hati membawa.Berjalan diantara jemuran baju,kursi-kursi malas yang berpadu dengan motor-motor tua disudut jalan.Membaui aroma masakan  dari pintu belakang sebuah taverna .Menyusuri permukaan jalan bercat putih bermotif lingkaran.Menyelinap kedalam chapel mungil sekedar merasakan aura magisnya.Atau sekedar mencoba mengartikan nama jalan di plakat berkarat berusia tahunan.Tak jarang langkah harus berputar ketika jalan yang ditempuh ternyata berakhir didapur rumah penduduk.Tak jarang pula tersenyum geli ketika berpapasan dengan raut bingung sesama pendatang yang sedang tersesat,menduga-duga kemana jalan ini akan membawanya.

Sabar,gumam saya.Dua minggu lagi ,ketika winter mulai menyapa dan para penikmat matahari pergi,rumah ketiga ini bakal menjadi milik kami …kembali.

Sea of marmaris 070913

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

note:
》konon hanya terdapat 39 taxi di mykonos.
》sebelum sumur artheis ditemukan,atap berbentuk kubus tanpa genting adalah wadah penampungan air hujan dengan saluran air kedalam rumah.
》meski Greek termasuk ortodoks,mykonos -dan lesbos- terkenal didunia sebagai pulau yang gayfriendly.
》jalan-jalan kecil berliku-liku di Chora sengaja didesain untuk membelokkan angin dan membingungkan para bajaklaut yang sering menyatroni pulau ini diabad pertengahan.
》dari 30 kincir angin di mykonos,hanya Vonis Windmill yang masih berfungsi di folk museum
》lebih dari 365 chapel mungil ada di mykonos
》island hopper adalah travelling dari satu pulau ke pulau lain di Greek.Didukung dengan transportasi laut yang maju,travelling dengan cara ini digemari para backpacker.
》springline adalah salahsatu jenis tali pengikat kapal kepelabuhan dengan diameter diatas 5cm.
》breakwater adalah batuan beton yang ditata horisontal memanjang didepan sebuah pelabuhan,berfungsi menetralkan ombak dan penghalang angin,biasa dibangun dermaga disisi dalamnya.
》official website ada di http://www.mykonos.gr , http://www.gnto.gr , http://www.visitgreece.gr
》referensi DK Eyewitness “The Greek Islands” ; Lonely Planet “Discover Greece” ; “Mykonos Summer Time” Travel Magazine ;penduduk lokal dan pengalaman pribadi.
》selain windstar,adik kami msy(motorship yacht) windspirit mencatat 18 kali persinggahan di mykonos untuk 2013.Setelah lebih dari 12 tahun di mediteran,tahun ini adalah voyage terakhir mereka sebelum kembali ke habitatnya di perairan Tahiti dan Moorea summer 2014
》foto-foto koleksi pribadi hasil editan asal menggunakan pics art studio diambil dengan Blackberry 9300,Samsung Galaxy Mega,Samsung Galaxy Mini,Samsung Galaxy Core dan Canon Powershot A 2300
》next post → mblayang→ ” Rumah Ketiga ( Fira,Santorini)

image

Categories: mblayang greece | Tags: , , | 22 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.