Monthly Archives: November 2013

Lisbon Punya Halte

Sudah empat malam berturut – turut saya dan geng blayangan ke Oriente, stasiun terpadu dikawasan selatan Lisbon. Terpadu karena ada subway di jalur bawah, terminal bus dibelakang, kereta antar kota diatas dan tembus ke Vasco Da Gama mall dilantai dasarnya.

image

Oriente, dibawah jalan ini adalah lantai dasar mall

image

Ke bawah menuju subway dan mall

image

Nggak kebayang dibawah jalan raya ini ada mall

image

image

Koridor subway

image

Vasco da Gama mall.

Jjs, makan dan wifi di mall harus. Mall besar yang tembus ke promenade di pintu belakangnya ini hanya berlantai tiga. Satu atas, satu sejajar bumi, satu dibawah bumi. He..he.. bahasanya aneh ya?
Kalau dibandingin dengan Solo Grand Mall memang nggak ada apa-apanya. Tapi isinya bo! Mau cari Sephora, Zara, Bershka, Geox, Springfield, Levi’s, pokoknya komplit. Saya sendiri ga doyan shopping, capek dikaki. Gara-gara maminya genduk minta dibeliin jaket ya kepaksa muter-muter di mall. Jaket difoto, kirim, nggak suka. Foto, kirim, nggak cocok warnanya. Jadi ya sudah empat malam ini kerjaan saya di mall jadi tukang foto jaket -.-‘
Hmm..ini malah bahas mall. Sebenarnya saya mau nulis soal halte di Lisbon. Di opo onone ada foto tentang board penunjuk waktu berapa menit kita harus menunggu bus yang datang. Tidak semua halte mempunyai board digital yang terhubung dengan GPS bus yang kita tunggu. Lalu bagaimana kalau kita ingin tahu berapa lama lagi bus itu tiba?
Di halte bus Lisbon, selain terdapat peta dan timetable bus, ada cara lain yang bisa dipakai. Yaitu dengan sms ke nomer hotline perusahaan bus itu.

image

Caranya sih mudah. Cukup tulis kode halte dan sms ke nomer 3599. Kode halte tempat saya menunggu bus 728 balik ke Cais de Sodre adalah C 02511, disamping Tivoli Hotel. Selain kode, setiap halte juga mempunyai nomor sendiri. Sangat membantu ketika kita membaca peta dihalte dan menentukan jalur perjalanan berikutnya.
So, sewaktu saya didalam mall dan ingin tahu berapa lama lagi bus 728 akan lewat, saya tinggal sms ke nomer tersebut. Balasan sms itu akan berisi berapa menit lagi semua jalur bus dihalte itu akan lewat. Simpel dan sangat membantu. Gratis tentu saja jika simcard anda lokal Portugal (optimus, vodafone, tmn, lyca).

image

Nomor halte

image

Kode halte berwarna biru. Nomor halte berwarna merah

image

Semua keterangan ada dipeta (bhs inggris dan portugal)

image

Soal fasilitas didalam bus juga bagus. Disetiap jendela ada palu pemecah kaca. Ada empat kursi berwarna merah khusus untuk difable. Pegangan tangan banyak. Tombol stop ada dimana-mana. Sebuah CCTV dengan dua lensa terletak ditengah-tengah bus. Sopir juga bertindak sebagai kondektur. Bayar pakai cash atau tinggal menempelkan kartu bulanan ke scanner juga bisa. Pokoknya jauh lebih lengkap dibanding busway.

image

Selain bus dalam kota, saya dulu juga sering bolakbalik Setubal-Lisbon-Estoril dengan bus atau kereta. Pernah saya tidur di stasiun Estoril gara-gara salah baca timetable. Pernah juga terpaksa merogoh 110 euro bayar taksi Lisbon-Setubal karena ketinggalan bus. Begitulah enaknya drydock, mblayang sepuasnya dimalam hari. Meski nyesel juga karena saya tidak bisa split shift,pengennya siang bisa keluar. Main ke museum atau stadion-stadionnya Benfica, Porto sama Sporting itu. But, let’s see next week..

Naval Rocha ,221113

Advertisements
Categories: mblayang Portugal | 27 Comments

Jurus Nembak Number One

Mengaku pencinta musik dan gitar tanpa pernah menulis tentangnya bagai sebuah dosa besar bagi saya. Itung-itung bayar hutang, dibawah ini adalah lima lagu beraroma gitar yang wajib ada di hape saya.
Mayoritas adalah band lawas beraliran rock, herannya yang saya suka adalah lagu yang keluar dari pakem mereka.

1. Beth KISS
Single terlaris dari band amrik ini ada di album the destroyer, keluar pada agustus 1976. Siapa yang tak kenal dengan band yang selalu tampil bermake-up dengan live stage yang heboh dan gila. Lagu yang aslinya ditulis tahun 1971 oleh gitaris Stan Penridge ini dibawakan dengan manis oleh sang drummer Peter Criss. Sangat mellow, dan jauh dari kesan sangar mereka.
Begitu suksesnya Beth, membuatnya nongol dalam 14 album lainnya.
Banyak versi dan cover dari lagu ini. Dua yang saya suka adalah versi unplugged dan versi acoustic dimana Criss bernyanyi hanya diiringi petikan melodi gitar akustik elektrik dan paduan orkestra.
Setiap mendengarnya saya selalu merinding dan keronto-ronto. Beberapa penggalan syairnya seolah mampu mewakili apa yang saya rasakan. Coba tengok lirik dibawah ini.
You say you feel so empty
That our house just ain’t a home
I’m always somewhere else
And you’re always there alone
Just a few more hours and I’ll be back home to you
I think I hear them calling
Oh Beth what can I do
Beth what can I do

2. FaithfullyJourney
Lagu kebangsaan ketika saya di surf. Selalu dibawakan di closing session acara crew show. Single di album Frontiers, keluar di tahun 1983. Melegenda hingga sekarang karena kekuatan lirik yang dikandungnya. Ditulis oleh sang keyboardist Jonathan Cain,Steve Perry sedikit merendahkan suaranya jika dibandingkan dengan di Open Arms. Meski piano sangat mendominasi lagu ini, solo gitar elektrik dari Neal Schon sanggup memberikan nuansa pilu bagi setiap pendengarnya. Anyhow, this is a great song. Sebuah karya yang didedikasikan untuk keutuhan sebuah keluarga (musician) yang selalu terpisah karena tuntutan pekerjaan.
And being apart ain’t easy on this love affair
Two strangers learn to fall in love again
I get the joy of rediscovering you
Oh, girl you stand by me
I’m forever yours
faithfully…

3. Hotel California Eagles
Sumpah! Sudah hampir dua tahun saya belajar fingerings lagu ini. Dan belum berhasil 😦 . Versi asli dari single yang keluar tahun 1977 menampilkan duo interplay elektrik gitar bersahut-sahutan dari Don Felder dan Joe Walsh pada epilogue lagu. Apik dan dinobatkan Guitar Magazine sebagai salahsatu solo gitar terbaik. Dan saya semakin ternganga ketika melihat video live acoustic appearance mereka dalam peluncuran album reuni Hell Freezes Over (1994). Dari intro yang bernafas flamenco dan keseluruhan harmoni melodi dua akustik gitar, sebuah akustik elektrik gitar dan bass gitar menyatu dengan tempo dari sebuah perkussi.
Cakep. Dan setiap mendengarnya saya malah tidak bisa tidur. Penasaran dengan fingeringnya. Banyak gitaris pemula berseteru tentang kunci awal lagu ini. Ada yang memulai dari Am ada juga yang Bm. Well,rumit jika dibahas. Tapi saya keukeuh dengan Bm di fret 7 ^.^

4. HonestlyHarem Scarem
Single di debut album yang berjudul sama dengan nama band mereka. Terbilang anyar jika dibanding ketiga lagu diatas (1992). Vocal Harry Hess dan gitar akustik Pete Lesperance dari band asal Kanada ini pada separuh awal lagu mengingatkan saya akan Gary Cherone dan Nunno Bettencourt (Extreme). Solo fingering yang rumit sebelum bass drum masuk sangat asyik didengarkan.

5. AsmaraNovia Kolopaking
Yap! Mbak Novia yang terkenal sebagai pemeran Siti Nurbaya itu. ^.^ Jangan salah, lagu cinta keluaran 1997 ciptaan Chossy Pratama ini penuh dengan sentilan petikan dahsyat. Jika didengar dengan baik ada dua akustik melodi bermain disana. Saling melengkapi dan sarat aroma latin. Bertempo pelan, mendayu dan cocok untuk yang sedang kasmaran. Saya tidak sedang kasmaran, namun saya penasaran siapa pemetik gitar dilagu ini. Ada yang tahu?

Masih banyak sebenarnya yang merupakan favorit saya. Dari  Stairway To Heaven-nya Led Zeppelin, Tesla, Gypsy Kings, Michael Schenker dan sebagainya. Kelima lagu diatas sangat cocok didengarkan ketika anda duduk dibalkon selepas hujan tengah malam. Berteman kopi dan berbatang-batang kretek. Membaui tanah basah,dan menatap bintang november yang bertaburan. Berbaur nyanyian tokek dan jangkrik tentunya.
Sesuai judul tulisan ini. Buat kamu para jomblo, raih gitarmu. Petikkan satu dari lima lagu tersebut untuk pujaan anda. Dengan timing dan sikon yang tepat, yakinlah mereka para wanita akan klepek-klepek hatinya. Jangan takut dibilang sok romantis. Pada dasarnya mereka itu suka disanjung. So, stay cool and show them you care. Good luck! Jangan lupa sebut nama saya tiga kali

Naval Roche, Lisbon 201113

Categories: ngroweng | 15 Comments

Opo Onone

image

Gambar diatas adalah papan penunjuk waktu diatas halte bus di Lisbon. Nampak disitu nomer bus, jurusan dan berapa lama bus itu akan tiba di halte tempat kita menunggu. Canggih dan bener-bener tepat waktu.
Tujuan saya ke Vasco Da Gama. Dari naval rocha naik bus no 728 arah Oriente. Busnya model kaya busway gandeng. Cuma banyakan tempat duduknya. Ada yang adep-adepan. Ada yang biasa. Tiket 1,80 euro.
Dari naval rocha lewatin colombo, santa apolonia sampe oriente. Nyebrang jalan udah vasco da gama. Jjs tentunya. Tak lupa mampir Fnac beli tuner gitar. Nggak ada yang berubah sih di mall gede itu. Dekorasi natalnya sama kaya tahun lalu.
Tukeran duit disono juga lebih gede dari Casino Lisbon. 1000$ dapet 730 euro. Di Casino cuma 710.
Acaranya cuma beli nasi goreng, makan sambil wifi, beli simcard, nyariin boot buat ragil saya karena yang lama udah sesek.
Jalan-jalan bersejarahnya besok aja deh. Kaki pegel banget ni *ngeles.
Rencana sih besok mau ke colombo, baixa atau belem atau alfama. Hahaha..nafsunya gede. Cuma belum tahu jalan-jalannya. Tahunya kalo naik taxi atau tram atau bus. *apal nomernya doang, haltenya ngga apal -.-‘

image

image

Harga sepatunya masuk diakal

image

Madang disik

image

Menunggu nasi digoreng

image

image

Seporsi ama fanta cuma 8 euro

image

image

Casino Lisbon, dari lt 3. Bandnya ditanam didinding. Barnya model spiral keatas. Kalo hari rabu ada striptease *glodakk..apal -.-'

image

Foto2nya kurang seru ni. Lagi males. Lagian keluarnya malam. Burek semua jadinya. 🙂

Naval Roche, 191113

Categories: mblayang Portugal | 19 Comments

Naval Roche Lisbon

Hari ini kami semua kerja rodi. Dimulai pukul enam pagi hingga sekarang, saat saya duduk sendiri didepan galangan pukul sepuluh malam. Schedule drydock selama dua minggu di Lisbon sudah dimulai, berbeda dengan planning awal yang seharusnya bertempat di Setubal. Well, bagi para kru, sudden movement ini berkah tersendiri. Tidak seperti galangan di Setubal yang jauh dari pusat kota, disini kami hanya berjarak beberapa meter dari jalan raya. 
Mungkin memang jodoh, hampir setiap tahun saya kebagian “jatah” drydock. Empat diantaranya di Setubal, dan ini kedua kalinya di Lisbon dengan lokasi sedikit bergeser dari galangan tahun kemaren.
Berbeda dengan hari biasa dimana kami harus bekerja selama 10,5 jam, di masa drydock waktu itu diperpendek menjadi 8 jam. Kecuali hari pertama dan terakhir yang kadang menyita lebih dari 12 jam. Itu lumrah. Kelebihan jam kerja hari ini akan ditebus dengan mengurangi jam kerja di hari berikutnya. Sesuai standar ILO dan IMO.
Preparation sudah dimulai jauh-jauh hari. Orang pusat, kontraktor dari berbagai negara mulai berdatangan dari minggu kemarin. Para kontraktor ini terbagi dalam beberapa divisi. Bagian mesin, body, interior dan sebagainya. Drydock kali ini difokuskan pada desain baru kamar, interior, furniture, galley dan tentu saja penggantian plate bodi yang sudah keropos.
Kami tidak ambil pusing dengan kerjaan kontraktor tersebut. Untuk kru sendiri, fokus utama adalah menjaga kondisi yacht. Harap maklum, selama drydock rumah kedua kami bakal diobrak-abrik. Welding disana-sini, pipa-pipa yang diganti baru,pasang alat-alat baru dan seterusnya. Selain kotor, potensi kerusakan terhadap barang-barang yacht sangat besar.
Selepas disembarkasi, semua daleman yacht dibungkus pelindung. Karpet dilapisi plastic mask dan kardus, teak deck dilapisi plywood, railing, chandelier, piano, tivi, pigura, semuanya. Pekerjaan sepele namun menguras energi dan waktu.
Belum kelar urusan bungkus membungkus, yacht sudah mulai digiring masuk galangan. Saya dan beberapa rekan menyaksikan prosesi ini hingga tuntas. Proses yang tidak mudah untuk memasukkan sebuah yacht raksasa kedalam kolam kecil. Lain kali saja saya cerita soal ini.
Yang jelas, dua minggu kedepan kami bakal sengsara. Aircon mati, toilet nyala hanya pada waktu tertentu, air panas kadang ada kadang tidak. Begitulah.. kami harus flexible dengan kondisi drydock.
So dua minggu saya anggap vacation saja. Lepas dari rutinitas dan bisa menjelajah Lisbon dikala senggang.
Sudah ah, beku ni pantat.

Naval Roche , Lisbon 161113

image

Prepare masuk dock

image

image

image

Disekat, lalu air dipompa keluar. Sama proses nya dengan lock di Panama Canal

image

image

Diningroom

image

Lobi

image

Alleyway

image

image

Ditenggelamkan

image

Bandingkan tinggi layar dengan crane disampingnya

image

image

Butuh 6 jam untuk memompa air

image

Jembatan penghubung

Categories: mblayang Portugal | 16 Comments

Protected: Kolektor Kadal

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Kalau Suka Bilang Saja

bersyukurlah wanita
ketika setiap petikan gitar
dan lagu merdu
ditujukan padanya
ketika pria menghamba
belajar menyempurnakan diri
hanya untuknya
ketika segala do’a 
ditujukan demi kemuliaannya
mungkin kami tak pernah bisa mendampingimu
ketika benua membelah kebersamaan
dan lautan menjadi tumpuan harapan
ketika kesetiaan dipertaruhkan
mata tidak bersua
raga tidak menyapa
dan cinta bagi kita tidak sekedar kata
karena kita tahu…
kebahagiaan tidak hanya dalam kebersamaan
bahagia kalian
bahagia kami
sejahtera kalian
sejahtera kami
demi kalian kami pergi..
dan demi kalian… 
kami pasti kembali
~ para pria seberang benua ~

image

Ngakunya sih nggak romantis. Tapi kenyataannya bertolak belakang. Sering maminya genduk meledek saya. Saya sih cuek aja. Kalau lagi nggenjreng diteras, tiba-tiba dia suka nyeletuk dari dalam rumah “kalau nyanyi yang bener!” .
Lho..saya kan nggitar, bukannya nyanyi -.-‘
Kalau udah gitu, biasanya saya pancing main back sound. Setelin lagu-lagu mellow, ditambahin suara gitar dari ampli. Lagi-lagi dia nyeletuk “Setel tivi aja..” begitu teriaknya dari dalam. La saya ya cuek. Orang main diteras, dia ama tivinya didalam.
Eh, besoknya bersenandung sendiri lagu yang digitarin malam sebelumnya. Ah, dasar wanita pintar berpura-pura. Kalau suka mbok bilang saja kenapa?

-puisi ditulis tahun kemaren waktu transatlantic
Cádiz, 141113

Categories: ngroweng | 17 Comments

Protected: Jump Ship

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Unedited #14 Mari Melipat ^.^

Banyak hal baru dan unik yang saya pelajari setelah resmi menjadi nomad. Salahsatunya adalah seni melipat handuk. Namanya juga yacht, jumlah penumpang dengan crew hampir sama banyaknya. Tentu saja demi service yang memuaskan. Selain pelajaran “tali-menali” yang terkadang diberikan di anjungan atau seni lipat melipat napkin di dining room, setiap harinya, sehabis dinner, para penumpang diberikan kejutan istimewa dikabinnya.
Seekor binatang terbuat dari kombinasi lipatan handuk akan bertengger manis didalam kabin  Setiap hari, model binatang yang disuguhkan berbeda. Dan jika ada special occasion (wedding anniversary/ultah) jumlah binatang yang dihadirkan akan berkali-kali lipat. Ditata dengan cantik menghiasi kabin, kadang dengan taburan petal rose dan balon-balon kecil.
Beberapa minggu silam, seluruh pasukan binatang “jejadian” itu dihadirkan serempak di lounge. Saya sendiri membuat dinosaurus kecil dari kombinasi hand towel dan face towel.

image

image

image

image

Birthday cake

image

Yg satu kaya pocongan -.-'

image

image

Mr X ini buat nakut2in penumpang ^.^

image

image

image

Sting ray, merak dkk

image

Nyemot ^.^

image

Lo..dinosaurus saya mana yaa..

Bagi saya, hidup itu terus belajar. Padahal saya orangnya kaku, tapi tertarik juga belajar melipat handuk ini. Lumayan kan kalau mau surprise buat istri atau anak.
Oh ya, biasanya penumpang yacht suka ngasih duit diselipin di tubuh binatang itu. Sering saking senengnya pas anniversary terus nemu kabinnya dihias sedemikian rupa, mereka lalu bagi-bagi duit untuk kami. Rekan saya pernah diamplopin 500$ karena ngedekor kabinnya dengan bagus. Saya sendiri baru kena 200, ya harap maklum saya dealing hariannya bukan dengan mereka ^.^
Tertarik dengan seni melipat handuk yang disebut towel origami ini? Anda bisa mempelajarinya disini dan disini.

Captured w / galaxy core, resized unedited
Almeria , 121113

Categories: pure shot! | 12 Comments

Kisah Bunga Dari La Rambla (Barcelona)

Keep florists of the la rambla in your prayers. Who will soon die for the hard line taken by The Town Council of Barcelona and for the incomprehension of  Convergència I Unió after massive indigestion of tourism. The funerals will take place as soon as the first fines imposed by The Town Council of Barcelona will be administrated to florists. We would appreciate your support by signing The Book of Condolence.

image

Saya tertegun membaca esquela didepan kios bunga tersebut. Ragu saya mendekati sang pemilik,seorang wanita seumuran simbok saya yang sedang duduk termangu disamping deretan pot bunganya.
“So, there’ll be no more flower shops in the future? ”
” No. We will all be gone”. Jawabnya datar dalam bahasa inggris yang fasih.
Pelan saya mengalihkan pandangan menyisir La Rambla de les Flors, julukan untuk avenue yang bernama asli La Rambla de Sant Josep ini. Mendung yang menggelayuti tidak menyurutkan niat para turis yang memadati La Rambla. Termasuk saya yang sedang bergegas menuju sebuah toko musik disamping Font de Canalete Fountain.

image

Columbus Monument

image

Jum’at kemarin adalah kunjungan terakhir kami di Barcelona, kota pelabuhan terbesar di Spanyol,  yang sekaligus sebagai minggu penutup europe season menuju Lisbon sebelum kami “turun mesin” di Setubal.
La Rambla adalah ruas pedestrian terpanjang di Barcelona yang terbagi enam sesuai dengan ciri khas ruas tersebut. Bermula di Plaça de Catalunya dan berakhir di Columbus Monument,Port Vell. Area terbuka sepanjang 1,2 kilo ini diperpanjang dengan dibangunnya La Rambla del Mar di Port Vell. Sebuah kawasan pejalan yang masuk ke area pelabuhan lama Barcelona, tepat disamping Drassanes Museú Marítimo.
Berurutan dari Plaça de Catalunya terdapat Rambla de Canaletes (tempat air mancur dan taman Font de Canalete), Rambla des Estudis (avenue yang dijepit oleh gereja Betlem Church disebelah kanan dan gedung Palau Moja disebelah kiri), Rambla de Sant Josep/de les Flors (terkenal dengan kios bunga dan Boquería Market, pasar lokal terbesar di Barcelona), Rambla del Centro/Rambla del Caputxins (tempat opera house Liceu yang terbakar tahun 1994 berada), Rambla de Santa Mònica (terkenal dengan museum lilinnya) dan berlanjut hingga Plaça Reial, Columbus Monument dan La Rambla del Mar.

image

La Rambla

image

La Rambla de Santa Mònica

image

image

image

image

Pemandangan yang tidak biasa memaksa langkah saya terhenti siang itu. Diantara deretan kios bunga La Rambla de les Flors terpampang esquela dalam tiga bahasa (inggris, spanyol, catalan) yang dicetak besar-besar. Beberapa turis dan penduduk lokal nampak antri disetiap kios. Memberikan dukungan dengan mengisi buku tandatangan.

image

image

image

image

image

image

Masalah bermula ketika pertengahan oktober kemarin Dewan Kota Barcelona menjatuhkan denda kepada setiap kios bunga di La Rambla de les Flors. Dengan dalih menyalahi ijin yang diberikan, tigabelas kios tersebut diharuskan membayar sebesar 750 euro hingga tenggat waktu yang ditentukan yaitu November 4,2013( Meski ketika terakhir saya disana tindakan tegas belum diberikan pemerintah). Setiap kios dinyatakan bersalah karena menjual barang seperti suvenir, magnet kulkas, postcard dan semacamnya selain dari ijin berjualan bunga yang sudah diberikan (La Vanguardia, 16 oktober 2013).
Namun akar masalah sejatinya adalah membludaknya turis di La Rambla, tingginya tingkat kriminalitas dan surutnya minat para Barcelonan (sebutan untuk penduduk lokal) membeli bunga di La Rambla.
Joan de Sagarra, salahsatu kolumnis La Vanguardia (suratkabar lokal Barcelona) pernah berkata ” When I was young, The Ramblas was a place of flowers and birds. The Ramblas of today is not my ramblas.”
Suratkabar tempat dia menulis bahkan lebih sarkas lagi. “A dark boulevards where drunks impose their styles, where wallets dissappear and there are fights and mugging. The sensation is of chaos, of a lost city. Barcelonans are turning their back on it “. (The Guardian, 24 Mei 2009).
Krisis ekonomi yang melanda Spanyol dan beberapa negara Uni Eropa juga dituding menjadi penyebab utama. Penduduk lokal lebih berhati-hati membelanjakan uangnya, termasuk membeli bunga yang bukan kebutuhan primer.
Ana Corin Sánchez, teman saya yang asli Barcelona menyayangkan denda yang dijatuhkan tersebut. Daripada memberikan denda, alangkah lebih baik jika pemerintah lebih fokus mengatur La Rambla dari segi keamanan dan memberikan alternatif usaha lain selain bunga. Tanpa pendapatan sampingan dari berjualan souvenir, kios-kios bunga tersebut dipastikan tidak bertahan lama.
Amics de La Rambla, paguyuban tempat para kios bunga dan toko souvenir tersebut bernaung, juga menyesalkan langkah yang diambil dewan kota tersebut. Kompetisi itu ada dimana-mana, namun dari 250 ribu turis yang memadati La Rambla setiap harinya, berjualan souvenir murah sebagai tambahan bukanlah sesuatu yang harus dirisaukan.
Ana benar, poin sebenarnya adalah bagaimana membuat warga Barcelona sendiri kembali ke La Rambla tanpa embel-embel copet, prostitusi dan krisis ekonomi. Sebuah tantangan yang sangat berpengaruh dalam hubungan rakyat Barcelona dengan pemerintah pusat.

image

image

“Muchas gracias”. Wanita tua itu tersenyum ketika saya membubuhkan tandatangan dibuku yang mereka sebut Book of Condolence itu.
“Con mucho gusto” balas saya.
Diseberang, seorang nenek tertatih-tatih berhenti disetiap kios, memberikan dukungannya. Tiba-tiba dada saya merasa sesak. Musim panas tahun depan ketika kami kembali kesini, kios-kios ini mungkin tidak ada lagi. Hilang tergerus kejamnya jaman. Teringat kembali ucapan wanita pemilik kios tersebut
“Kami semua akan beralih profesi. Kami warga asli yang kehilangan rejeki ditanahnya sendiri. La Rambla de Sant Josep akan kehilangan cirinya. Tak akan ada lagi bunga di La Rambla”

image

Note:
– Catalán adalah bahasa resmi penduduk Catalunya, termasuk didalamnya Barcelona, Valencia, Murcia membentang hingga Prancis selatan. Hampir mirip dengan Ocitan/ Langue d’ Oc dan Provencàl, bahasa asli penduduk Sete dan Rousillon (Prancis), Catalán sempat dilarang penggunaannya selama 36 tahun pada masa General Franco karena melambangkan pemberontakan Catalunya terhadap Spanyol. Dualisme (tiga dengan Basque) kebangsaan Spanyol ini tergambarkan dengan jelas dalam El Clásico, pertandingan sepakbola antara Barcelona melawan Real Madrid. Dan ketika tujuh pemain Spanyol (Carlos Puyol, Iniesta, Xavi, Casillas, Pique, Capdevilla, Valdes) membentangkan bendera Catalan ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia.
– esquela : semacam obituary,pengumuman kematian/pemakaman
– flor(s) : bunga

Valencia-Cartagena, November 10 2013

Categories: mblayang spain | Tags: , , | 15 Comments

Protected: Badai (3)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: ngroweng | Enter your password to view comments.

Blog at WordPress.com.