Pilot ( tidak hanya di udara)

“Anyone who stops learning is old, whether twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young . The greatest thing you can do is keep your mind young”
~Mark Twain~

Menjadi guru “gadungan” kadang saya lakukan ketika dirumah.Menyusup ke kelas-kelas di SD anak saya yang sedang jam kosong.Berbincang dengan murid-murid di jam istirahat.Maklum, sekolah anak saya merupakan SD yayasan tempat saya dan sebagian besar keluarga bersekolah dulu.Rata-rata gurunya sudah seperti keluarga dan tidak asing dengan kami.
Membagi sedikit pengetahuan dan cerita terhadap anak-anak tersebut adalah suatu kepuasan tersendiri.Memperluas cakrawala mereka tentang dunia luar dan mengembangkan imajinasi mereka.Tentu saja dengan bahasa yang lebih simpel dan mudah dimengerti.
Satu hal yang membuat saya geli adalah ketika saya dan anak-anak kecil tersebut “eyel-eyelan” tentang profesi pilot.
Cerita bermula waktu saya bertanya tentang cita-cita mereka.Ada yang menjawab dokterlah (cita-cita paling popular), insinyur mesinlah,pilot lah atau  “pengusaha muda yang sukses dan kaya” (saya  terbahak saat mendengar ini).
Saya lalu bertanya pada anak yang bercita-cita menjadi pilot.
“Pilot apa yang kamu mau?”
“Pilot pesawat tempur!!” Dengan lantang si anak menjawab.
“Ooo…pilot pesawat ya.Bapak kira pilot kapal” .
“Yee,.mana ada pilot dikapal.Nggak ada”.sahutnya.
Seorang anak lain tiba-tiba menyambar “Adaaaa..itu kapal perang yang ada pesawatnya!!”..kapal induk maksudnya.
Saya tersenyum sendiri.Susah memang menjelaskan profesi ini ketika persepsi tentang “pilot” harus di “udara” dan mengendalikan “pesawat” sudah melekat.
Kemudian saya menunjukkan foto sebuah kapal kecil bertuliskan “PILOT” di handphone saya.Mereka berkerumun,mengamati foto tersebut penuh penasaran.
“Kapal kok tulisannya pilot..” ujar salah seorang anak.
Senang rasanya menatap binar-binar ingin tahu di mata anak-anak tersebut, walau dalam hati saya bersedih bahwa di negara yang mengaku nenek moyangnya pelaut ini hanya sedikit yang benar-benar mengerti tentang dunia pelaut.
Pilot kapal yang dalam kosakata kita disebut pandu kapal adalah pemandu navigasi, speed dan steering sebuah kapal ketika hendak berlabuh, meninggalkan pelabuhan atau menyusuri sebuah sungai atau kanal.Mengantongi ijazah sekelas “master” atau ANT III keatas, pilot mendampingi kapten/nahkoda memberi arahan tentang perairan setempat dan bekerjasama dengan harbour master menentukan posisi kapal ketika berlabuh.
Profesi ini sangat esensial mengingat tidak semua nahkoda memahami karakteristik pelabuhan, kanal ataupun sungai dinegara yang dia kunjungi.Contoh paling gampang adalah ketika kami menyusuri Panama Canal atau fjord di Norwegia.
Meski peralatan navigasi mendukung namun peran seorang pilot dibutuhkan bagi kami yang asing dengan pelabuhan tersebut.
Hampir setiap hari kami menggunakan jasa pilot, sesuai dengan rute dan negara yang selalu berbeda serta otoritas pelabuhan tersebut.Saking seringnya kami ke Istanbul dan Athens ,kadang menjadi guyonan diantara pilot bahwa kami tidak membutuhkan mereka.
Lalu bagaimana pilot bisa naik kekapal jika kapal hendak berlabuh? Disitulah fungsi kapal kecil bertuliskan pilot itu.Dalam kondisi kapal bergerak, kapal pilot akan bermanuver dan merapat dilambung kapal dan pilotpun naik melalui tangga tali ke pintu samping kapal.
Jelas bukan hal yang mudah mengingat kedua kapal sama-sama berjalan ditambah faktor ombak dan cuaca kadang menyulitkan.Prosesi ini sering menjadi tontonan para penumpang kami.Baik ketika kapal hendak berlabuh (pilot naik) atau setelah berangkat (pilot turun).
Mayoritas dari pilot adalah orang lokal yang mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris meskipun tidak sedikit juga orang luar yang telah dan benar-benar mengerti areanya.
Bagaimana dengan kapal ferry? Bukankah nahkodanya sudah hafal wilayah pelabuhan saking seringnya frekuensi berlabuh? Apakah mereka diharuskan memakai pilot? Ketika hal ini saya tanyakan ke kapten saya, dia menjawab tidak.Nahkoda kapal ferry kelas internasional  tidak diharuskan memakai pilot namun mereka harus mempunyai pilotage exemption certificate. Kasarnya adalah ijin tidak memakai pilot dikarenakan pengetahuan yang sudah memadai tentang lingkup pelabuhan.
Tujuan utama dari penggunaan pilot adalah meningkatkan peluang keselamatan kapal dan membantu nahkoda membimbing kapal memasuki perairan tertentu.Beberapa negara mewajibkan setiap kapal yang memasuki perairan tertentu diwilayahnya untuk memakai pilot.Contohnya adalah English Channel, Panama Canal, selat Marmara dan Canakkale di Turki, Terusan Suez, dan banyak lagi.Ibarat tour guide, pilotlah yang menemani kapal menyusuri daerah tersebut berdasarkan skills dan knowledgenya.
Pusing dengan penjelasannya? Saya harap tidak.Buktinya anak-anak kecil itu tertarik dan sekarang mengerti bahwa pilot tidak hanya di udara.

image

Pilot turun dari lubang samping (kusadasi, turki)

image

Pilot naik (kusadasi, turki )

image

image

Bermanuver menyejajarkan arah

image

image

Pilot boat di portoferraio , elba

image

Port vendres, prancis

image

Berlampu merah dan putih

Note:
-tidak mudah menjadi pilot kapal.dibutuhkan training intensif, sertifikat berlembar-lembar dan praktek bertahun-tahun.setimpalkah pendapatannya? Di Amerika, maritime pilot berpendapatan 1 hingga 4 M setahun.
-info lebih lanjut tentang sejarah maritime pilot bisa anda temukan di Wikipedia
-info tentang regulasi dan area pilot didunia ada di http://www.imo.org (pilotage);www.impa.com (international maritime pilot association) ; USCG (united states coast guard)
-Samuel L. Clemens adalah seorang pilot sungai di Mississipi River.  Pada suatu kesempatan, dia mendapati seorang leadsman mengelabui nahkoda yang tidak bisa melihat kedalaman air didepan kapal.Leadsman tersebut bukannya mengukur kedalaman air dengan menenggelamkan lead weight,semacam tali pengukur dengan simpul(mark/tanda) disetiap depa dan berbandul pemberat dari timah. Leadsman tersebut hanya mengayunkannya dan berpura-pura mengukur seraya berteriak “By the mark, twain!
Padahal dia hanya menjulurkan tangan dan bahu keluar dari bibir kapal tanpa mengukur secara benar.
Dua kata terakhir leadsman yang berarti “tanda kedua” yang didengar Samuel L Clemens itulah yang dipakainya sebagai nama pena disetiap buku karangannya.Sang pilot sungai yang menjadi salahsatu the great american novelist sampai saat ini.
-foto koleksi pribadi diambil dengan galaxy core dan galaxy mini

Advertisements
Categories: ngroweng | 11 Comments

Post navigation

11 thoughts on “Pilot ( tidak hanya di udara)

  1. kapal yang kecil kayak pohon natal hehe

  2. Aaa aku juga baru tahu tentang keberadaan si kapal pilot. Makasih infonya mas Dee. Mana foto-foto fjord-nya mas Dee hehe.

  3. Baru tahu kalau Mark Twain dulunya seorang pilot sungai Mississippi, dan lebih baru tahu lagi bagaimana dia dapat nama penanya. Thanks for sharing, Mas.

    • Kalo sudah pernah baca “the steamboat race” keliatan banget bahasa kapalnya nongol.
      Mark one, mark two (twain), mark three, itu istilah kalo kedalaman air ada sampai disitu.setiap mark berjarak 6 kaki.
      Yg terkenal memang setelah ganti nama jadi mark twain, mas.sebelumnya dia jg pake nama lain.saya ga apal.he..he..

  4. jagan lupa pilot untuk sungai2 di kalimantan, saking seringnya pake pilot ya itu dia, ga dibolehin lg pk pilot dengan alasan “kan udah sering, seharusnya apal dong”, trus kejadian deh ntah nyenggol ntah kandas, di omelin deh nakhodanya katanya ga becus @_@

    eaaaa!!! baru tau mark twain itu pelaut juga ya???

  5. kalo yang buat ‘nyeret’ kapal gede keluar pelabuhan/dam itu kapal pilot juga namanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: