Anggur Dan Kopi

Saya sangat mencandu kopi.Sehari tanpa minum kopi benar-benar sangat menyiksa.Bangun tidur ngopi,breakfast ngopi, coffee break ngopi, lunch ngopi, tea time ngopi, pokoknya semua kopi.Bahkan sebelum tidurpun ngopi.Antara air putih dan kopi perbandingannya 2:1 dalam sehari.
Saya beberapa kali pernah ikut wine tasting class di yacht dengan sommelier  dari states .Dia mengenalkan kami dengan istilah “wine pucker face” (bukan poker face lo) ,cara merasakan wine, jenis-jenis wine dan regionnya.Somelier ini yang menulis katalog winelist yacht kami.Cara meminum red wine pun diajarkan beliau.Sebelum meminum wine, gelas digoyang-goyang terlebih dulu.Memaksa oksigen untuk masuk dan bercampur dengan wine sehingga aromanya keluar.Itulah beda mengapa wineglasses berbentuk cembung (agar udara tidak lepas dari dalam gelas) dan champagne /sparkling wine glasses berbentuk biasa (karena sudah teroksidasi).Dari gelas yang sudah digoyang, hidung ditempelkan untuk menangkap aromanya dan wine baru diminum.Minum winepun sama seperti minum kopi.Tidak asal di glegek seperti air putih.Wine diputar merata dalam mulut agar semua sensor dilidah merasakannya.Baru disitulah timbul “pucker face”.
Berat,ringan,asam,manis dan semua jenis derajat dan rasa aroma wine akan tercermin dari ekspresi wajah yang mengernyit itu.Sama dengan cara menikmati kopi, namun tanpa menggoyangkan mug (kalo digoyang ya tumpah).Ekspresi yang timbul setelah menyeruput kopi adalah reaksi spontan tentang rasa kopi tersebut.Istilah ngawur saya “merem melek face”.Jika mendapat racikan yang tepat,rasanya seperti terbang diawan -halah-
Kawan saya-Pak M- yang sekarang mbabu sebagai chief housekeeper di yacht alaska adalah kolektor kopi sejati.Ditiap negara yang kami singgahi dulu, terutama amerika tengah dan selatan, tak lupa dia membeli “biji kopi” baik yang masih hijau (green bean) maupun yang sudah matang (roasted bean).Saya sendiri diajarin beliau cara meng-grinding dan meracik sesuai selera.Sangking maniaknya dengan kopi, saya menebus coffee machine punya kapten saya yang dulu.Seorang Irish yang bangga dengan irish coffee nya.Mesinnya kecil namun beratnya luar biasa.Entah saya belum kepikiran bagaimana membawanya pulang.
Namun diantara sekian pecandu kopi yang saya kenal, mungkin istri saya yang paling aneh.Setiap habis mudik dari desa, sekarung biji arabica selalu dibawa.Disangrai lalu dimasukkan toples seperti roasted bean umumnya.La kapan digilingnya?
Boro-boro digiling, biji kopi itu untuk dimakan layaknya camilan!
Reaksi saya pertama kali ketika melihatnya klethak-klethuk biji kopi tersebut adalah
” Hekk!! Opo ora pait?! Koyo ra ono panganan liyo!” sambil ngomel ngalor ngidul.
Dia dengan entengnya menjawab “Nggak. .kaya kacang kok, kemlethik, dalamnya renyah” sambil menyodorkan toples berisi roasted bean itu.
Penasaran, sayapun mengambil sejumput biji hitam tersebut.
Mak klethuk! Bah! Langsung saya mengernyit dan menjulurkan lidah.
Kurang ajar, pahitnya ampun.Istri saya ngakak.
Bagaimana jika biji kopinya habis? Kopi bubukpun jadi sasaran.Setelah kopi habis diminum, ampasnya pun ikut lenyap..nyap.Hii!!Saya selalu bergidik melihatnya.
Parahnya lagi, putri sayapun ikut-ikutan.Kalau mereka sudah nongkrong didepan tivi sambil ngemil kopi,saya yang risih langsung menyingkir keatas.Kadang kalau usilnya kumat, mereka nekat menyusul, berlarian sambil memamerkan giginya yang hitam-hitam terselip pecahan biji kopi.
Tobat! -.-‘

image

Beukenhorst, salahsatu merk roasted coffe bean yang ada di yacht

Rhodes 151013

Advertisements
Categories: ngroweng | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “Anggur Dan Kopi

  1. Kayak bapak ku mas,,,beliau juga pecandu kopi. Gak ada hari yg terlewati tanpa kopi.
    Btw,,,biji kopi di mkn gitu saja??? Ohhhh,,,tak bisa ku bayangkan pait nya hahaha.

  2. Ya ampuuunnn, biji kopi kok dicemiliiin? Paitnya kayak apa tuh?

  3. ya ampuuuun penggila kopi sejati…:) nek aku, pasti sakit maag-ku langsung kambuh hehehehe

  4. Cosmic Bookworm

    Kopi luwak nggak kesebut? Bule2 dsini yg tau Indonesia suka pd nanyain kopi luwak. Gw ngebayangin itu biji kopi udah jalan2 di usus luwak hiiiiiy… mending Irish coffee pake Baileys hahaha

    • ^ ^ pakabar fe? Tambah gemuk aja? :p
      Sukanya Baileys yang manis-manis.kopi luwak mahal non.denger2 juga luwaknya dipaksa makan buah kopi yg kualitasnya jelek.

  5. Wah baru dengar nih ada orang makan biji kopi gitu. Hebat jug istrinya, Mas. Aku juga pecandu kopi, dan sekarang lagi tersiksa karena dilarang dokter minum kopi selama dua tahun. Cofee syphonku dadi nganggur saiki 😦

  6. wah, banyak tukang ngopi nih…mba traveling juga selalu bawa2 kopi bubuk, gula dan spiral boiler, jaga2 kalo kopi lokal kurang enak, bisa leluasa nyeduh sendiri. sampe pernah listrik kabin kapal mati, gara2 boiler mba kortsluit, terus buru2 simpan boilernya, dan keluar kabin mau lapor, ternyata tetangga kabin nongol dari pintunya, juga sebelah2nya lagi..astaga.. sederet mati semua..halaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: