Set Rain To The Fire

Sewaktu kecil,kompor dirumah pernah njeblug.Membuat seisi rumah panik dan saya terbirit-birit memadamkannya dengan keset basah.Pernah juga dalam pelajaran fisika di SMP, saya mematikan lilin yang menyala dengan menaruh gelas dalam posisi terbalik menutupinya.
Kegemaran mendaki gunung juga membuat saya belajar metode survival tentang cara membuat api dari potongan ranting kering -meski sering gagalnya-.
Jika diurutkan, perkenalan saya dengan api daftarnya pastilah panjang sekali.Membuat long bumbung dikala lebaran, parasut api ditahun baru atau sekedar berapi unggun ria di Lawu.
Namun pengalaman paling heboh adalah ketika pertama kali saya harus memasuki smoke chamber di awal tahun 2000.Sesuai regulasi IMO, saya harus memiliki sertifikat Basic Fire Fighting. Tak tanggung-tanggung, kapal saya yang sedang berlabuh di Hong Kong menyekolahkan saya dan beberapa kolega ke salahsatu Safety Training Centre disana.Smoke chamber adalah sebuah lorong gelap penuh asap yang berbelok-belok, dikondisikan menyerupai sebuah koridor atau bangunan yang sedang terbakar.
Kami memasuki ruang itu dua kali.Yang pertama berpakaian biasa layaknya penumpang kapal/pesawat.Yang kedua berpakaian firefighter lengkap.
Deg-degan, gobyos (meski diluar winter), bingung, gelap dan tak tahu arah.Itulah yang saya rasakan ketika didalam smoke chamber.Tujuan dari training itu adalah mengenalkan kami pada kondisi ri’il jika terjadi kebakaran.Kami diajarkan tentang what is happening, the worst thing that could happen,what should we do dan how we do it safely!
Ditahun 2004, ketika saya berpindah company. Mumpung dibayarin perusahaan,sertifikat itu saya perbarui dengan mengikuti training di sebuah sekolah tinggi pelayaran di Jakarta.Satu dari empat sekolah negeri di Indonesia yang diakui sertifikatnya oleh IMO.
Sekarang, meski tidak termasuk fire team, yacht kami yang tiap minggu mengadakan safety drill terkadang menyulap koridor menjadi smoke chamber dadakan.Membiasakan kami jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Bagaimana dengan anda? Tahukah anda bagaimana kebakaran besar bisa terjadi karena suatu hal yang kecil? Apa reaksi anda ketika menemukan api? Langkah apa yang harus ditempuh -dalam keadaan gugup dan panik- ketika menghadapi kebakaran yang tidak beresiko mencelakakan diri anda sendiri maupun orang lain?
Semuanya akan dibahas satu persatu dalam tulisan berikutnya.Tentunya dengan gaya bahasa saya yang kocak dan menggemaskan-halah-

image

IMO : International Maritime Organisation

Mykonos 131013

Advertisements
Categories: ngroweng | 17 Comments

Post navigation

17 thoughts on “Set Rain To The Fire

  1. mas mas.. njeblug kuwi boso opo and boso ngendi ?? hahahaha

  2. admin

    klo “set fire to the rain” itu ada lagunya mas,, hehe
    by the way.. serem banget trainingnya… salam kenal dari klikharry ^^

    http://klikharry.wordpress.com/2013/10/13/evan-dimas-dan-akil-mochtar/

    • ^.^ sengaja dibalik mas judulnya.kalo yg punya dik adelle maknanya lebih ke pemberontakan kayanya.makasih sampun mampir. 🙂

  3. fire drillnya ditentukan persh atau di set sm nakhoda?maksudnya tanpa disuruh pihak kantor udah jalan aja tu latian apa tunggu kode dr kantor?

    • Yg nentuin IMO fey.untuk passenger ship di international water sama flagship regulations.mustinya fery di Indonesia juga ada.

      • di tug boat ku kayaknya kok ya pada males dril ya? kudu dihimbau dulu baru dijalanin, krn harus ada report ke kantor

      • Hahaha kmu punya tugboat fey? Hebat no! Mungkin krn size dan wilayah operasinya yg cuma sebatas pelabuhan.tapi tetep aja firedrill musti rutin.sudah mandatory itu.tanggungjawab kepala adpelnya.atau mungkin sudah dianggap biasa jdi dianggap enteng.bad habit orang kita.

      • tugboat kantor hehehehe nah iya iyu, kalo ga diperintahkan pasti ga ada latihan, alasannya ga ada jadwal dr kantor

      • Haha..emang ribet.ngabisin waktu.abis itu masih briefing, safety meeting, evaluation, bayangin aja disini seminggu bisa 3× drill.belum kalo port state control. -.-‘

  4. Jadi awak kapal harus tertib dalam aturan menyangkut keselamatan penumpang. Bicara api kecil memang jadi teman saat kita butuhkan untuk penerangan, misalnya lilin. Akan tetapi jika api jadi besar kita dibuat kalang kabut memadamkannya.

  5. Nah betul gitu, drill dijalanin bener-bener. Lhah kalau di kantor-kantor ada drill malah diketawain 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: