Monthly Archives: October 2013

Duit Kicrik

Bermula dari iseng yang akhirnya keterusan, saya menjadi suka mengumpulkan koin lama. Dari beberapa puluh negara yang pernah saya hinggapi, saya lebih fokus ke koin lama dari negara paman sam. Alasannya simpel, pertama karena rapinya catatan sejarah dan sistem seleksi koinnya yang bagus. Yang kedua harap maklum berhubung saya nomad jadi ya jarang pegang rupiah.
Entah kenapa saya kurang berminat dengan uang kertas/banknotes. Mungkin karena perawatannya yang susah dan gampang dipalsukan.
Di Amerika sendiri banyak terdapat coin dealers yang memperjualbelikan koleksinya baik dalam bentuk paket berseri maupun eceran. Bahkan terdapat sebuah lembaga khusus untuk uang kuno mereka. Semisal saya mempunyai nickel (5 sen) tahun 1913 dan ingin me”resmi”kannya, saya harus menyerahkan koin itu untuk diperiksa dilaboratorium lembaga tersebut. Nantinya nickel itu akan dites berapa kandungan persentase base metals pembentuknya, berapa harga riil dari persentase tersebut(intrinsic value),kondisi fisik(grading), pabrik pembuatnya (mint factory) dan tentu saja nilai historisnya. Setelah dites, sebuah sertifikat akan diterbitkan untuk koin tersebut.Harga jual yang tinggi menjadi jaminan jika sebuah koin kuno bersertifikat.
Selain di”resmi”kan, jika koin tersebut mempunyai keunikan pada bentuk cetakan huruf dan angka (huruf yang tercetak dobel, ejaan yang salah, etc),atau jumlah produksinya yang terbatas, atau nilai sejarahnya yang tinggi, bisa dipastikan harganya meningkat berkali lipat (numismatic value).
Namanya juga iseng, saya belum berhasil mengumpulkan banyak koin lawas amrik yang berharga dan istimewa. Sejauh ini saya baru mempunyai 4 silver dollars, 2 Jefferson Nickel 1940,1 D Jefferson War Nickels 1942 ,puluhan nickel dan quarter (25 sen) bertahun 1964-1990, puluhan koin dari berbagai negara dan lembaran 2 dollaran amrik yang jarang ada .
Koin-koin itu selain dari hasil mblayang juga saya dapatkan dari para penumpang yacht yang mayoritas amrik, nodong teman yang berhasil menjebol mesin dingdong casino, atau receh-receh kembalian dari vending mesin kopi. Tidak hanya koin lama yang saya incar,quarter amrik dari 50 negara bagian dan 6 daerah teritorialnyapun saya kumpulkan. Saya juga mulai mengumpulkan koin euro dari semua negara anggotanya.
Manfaat yang saya dapat dari hobi iseng ini adalah saya menjadi lebih menghargai uang. Sayang rasanya jika uang-uang kecil tersebut hanya sebagai pelengkap angka. Toh itu adalah uang juga.
Sekali pernah saya menukarkan sekantung euro 1 sen-an di agen money changer Livorno, Italy.  Total nilainya hanya 50 euro, yang berarti 5000 keping 1 sen. Dia terbelalak, namun diterimanya juga dengan senang hati. Di Indonesia, berdasarkan info dari teman yang berkios di Triwindu (pasar antik Solo) Gulden dan Benggol lawas yang paling diminati.
Bicara receh,sering saya berbelanja di Carrefour Monaco, Porto PI Mallorca atau di tabac-tabac dengan receh-receh euro tersebut. Bukannya menolak,kasir-kasir mereka malah senang mendapatkan uang receh. Sering-sering aja,bisa untuk kembalian customer lain,kata mereka.
Teman saya (orang Belgia) yang tinggal di Bali pernah ngomel ketika berbelanja diberi kembalian permen. Tidak adil katanya. Uang tetaplah uang, seberapapun kecilnya, bukan masalah pelit atau kikir atau tak punya malu, ini masalah prinsip dan menghargai uang yang notabene hasil keringat kita,begitu dia nyerocos. Saya nginyem, plengah-plengeh
Disinilah saya merasakan perbedaan sikap antara orang Indonesia dengan orang asing terhadap mata uang mereka(receh). Gengsi kita sangat tinggi terhadap receh. Berkoar-koar memberi itu jangan setengah-setengah, harus ikhlas dan yang terbaik yang kita punya, meski realitanya kita sangatlah ikhlas memasukkan lembaran lecek ke kotak amal. La mbok sesekali lembar terbagus didompet yang diberikan.
Hargailah uang sekecil apapun. Disetiap keping logam itu tersimpan cerita perjalanan panjang yang dilaluinya.

image

Jefferson Nickel koleksi saya (1964-1989)

image

D Jefferson War Nickel 1945 & 2 Jefferson Nickel 1940

image

Silver dollar

image

Quarter dollar.1965 (2),1967 (6),1968 (1)

image

Quarter dollar 1973-1989

image

Dime 1967-1985

image

Nickel dengan berbagai posisi wajah, lewis and clark, pensylvania

image

Nickel yang belum tersortir

image

Baru terkumpul quarter dari 22 negara bagian

image

1 Quarter territory (Puerto Rico), Grand Canyon, Chickasaw, Gettysburg

image

Dime yang belum tersortir

image

Kicrik euro

image

Kicrik negara lain

image

Argentina, Brasil, Nicaragua, dan kawan2

image

Kicrik kesayangan.satu-satunya quarter dengan 2 angka tahun.dicetak dalam rangka memperingati 200 tahun berdirinya amrik.

image

Nickel termahal dunia.liberty head nickel.gambar dari cointrackers.com

Note:
– Jefferson War Nickels yang diproduksi tahun 1942-1945 mempunyai kandungan silver lebih dibanding nickel-nickel lainnya. Konon untuk memenuhi kebutuhan amunisi selama PD II, nickel yang harusnya untuk dicetak menjadi koin digunakan sebagai bahan peluru tentara sekutu. Sebagai ganti nickel digunakanlah silver.
– Kandungan silver yang banyak membuat Jefferson War Nickels diburu untuk dilebur dan diambil silvernya, memaksa pemerintah amrik mengeluarkan peraturan khusus yang meng-illegalkan peleburan koin.
– huruf D, P, S, W yang terdapat di koin amrik adalah inisial dari pabrik pembuatnya yang masih berproduksi hingga saat ini (Denver, Philadelphia, San Francisco, West Point). Selain empat pabrik tersebut, terdapat empat pabrik lainnya. Dua diantaranya sudah ditutup. Dua lainnya khusus memproduksi gold coins.
-koin amrik termahal hingga saat ini adalah Liberty Head Nickel 1913 yang konon hanya terdapat lima keping. Terjual tahun 2010 dengan harga 4,5 juta dollar amrik.
-info tentang berbagai koin amrik bisa anda dapat di http://www.cointrackers.com
-info tentang berbagai koin kuno dunia bisa anda dapat di http://www.coinarchives.com
-foto koleksi pribadi

Gythion 281013

Categories: ngroweng | Tags: | 13 Comments

Unedited #11 Jagung Hias

Saya baru sadar sebentar lagi Halloween ketika melewati storeroom tadi. Beberapa labu raksasa sudah nangkring dari provision sabtu kemarin di Athens.

image

Tidak terlalu istimewa sih. Cuma tadi saya tertarik dengan gerombolan jagung diboks disampingnya. Jagung dengan warna hitam dibijinya. Ada juga yang berwarna-warni. Berhubung saya ndeso, ya jepret-jepretlah.
Asep, sang storekeeper, ngakak melihat tingkah saya. Saya cuma nyengir. La kapan lagi nemu jagung unik yang khusus buat hiasan Halloween.

image

Pumpkins

image

Decorative corn

image

Asli item

image

Captured w / galaxy core, resized unedited
Monemvasia 271013

Categories: pure shot! | Tags: , | 6 Comments

Kepala Dewa

Termangu sang Bima ditepian samudera, dibelai kehangatan alun ombak setinggi betis. Tak ada lagi tempat untuk bertanya, sesirnanya sang naga Nemburnawa. Dewa Ruci, sang Marbudyengrat memandangnya iba dari kejauhan, tahu belaka bahwa Tirta Prawita memang tidak pernah ada.”
cuplikan lakon Bima Suci-
———————————-
Ketika ditanya apa nama kapal layar kebanggaan Indonesia, saya yakin mayoritas orang kita akan menjawab KRI Dewa Ruci. Namun jika pertanyaan itu dilanjutkan lagi dengan apa sih Dewa Ruci, itu nama orang atau nama benda? Saya kok juga yakin jika disurvey secara mendadak di semua sekolah menengah bisa dipastikan hanya sedikit generasi muda kita yang tahu dan mengerti.
Dewa Ruci adalah tokoh sentral dalam lakon wayang Bima Suci. Biasa juga disebut Serat Dewa Ruci.
Dikisahkan Bima (Werkudara), anak kedua dari keluarga Pandawa yang bandel itu sedang galau, gelisah mencoba mencari arti dari kehidupan sesungguhnya. Bagai melihat kesempatan emas untuk menghancurkanu Pandawa, Begawan Durna yang dihasut Sengkuni ( Kurawa) menasihatinya untuk menemukan Tirta Prewitasari (air kehidupan) di hutan Tikbrasara di kaki gunung Reksamuka. Meski saudara-saudaranya yang lain mencegahnya, Bima tetep ndableg mencarinya. Maka sampailah si bandel ini di hutan itu. Apa lacur? Yang terjadi adalah dia dikeroyok dua raksasa bernama Rukmuka dan Rukmekolo. Namanya jagoan tentu saja dia menang. Bahkan para raksasa tersebut berubah menjadi Batara Indra dan Batara Bayu yang memang sengaja diruwat oleh Batara Guru menjadi raksasa.
Bimapun dengan polosnya kembali ke Begawan Durna, menanyakan dimana letak Tirta Prewitasari yang sesungguhnya.Ada ditengah samudera, begitu kata Durna. Namanya juga galau, lagi-lagi Bima menurut dan menggunakan ajian sangara nyemplung ke tengah samudra.  Disana dia bertemu putri duyung  naga Nemburnawa/Antaboga. Dasar tukang berantem, bertempurlah dia dengan si naga yang langsung KO tercabik cakaran kuku Pancanakanya (cowok kok nyakar -.-‘).
Entah darimana datangnya, tiba-tiba muncullah sesosok manusia kerdil yang sama persis dengan dirinya. Meski kecil, orang ini ternyata hebat karena mampu membuktikan siapa Bima dan apa tujuannya. Bima yang terpesonapun menurut ketika diharuskan masuk kerongga perut orang kerdil itu lewat telinga kanannya. Dari sanalah dia mendapat wejangan dan ilmu hingga menjadi Begawan Bima Suci.
Terjemahan kasar dari lakon ini adalah untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya kita harus mampu mengenal dan menemukan jati diri kita sendiri. Digambarkan dengan Bima mencari air sari kehidupan (Tirta Prewitasari) di hutan Tikbrasara ( landeping cipta=tajamnya rasa) di gunung Reksamuka. Yang berarti Bima bersemedi menajamkan rasa untuk mendapatkan ilmu dan kemuliaan (rukmuko rukmekolo) berlanjut dengan Bima menyelam ke dalam samudra pengampunan untuk menaklukkan kejahatan (nemburnowo) didalam hatinya sendiri sebelum benar-benar menjadi suci.

image

Sebegitu dalamnya makna yang tersirat dari perjalanan Bima mencari jati diri nya ini, pemerintahpun memutuskan nama Dewa Ruci sebagai nama satu-satunya kapal layar yang dimiliki Indonesia. Tiga tiang layarnya pun masing-masing diberi nama Bima(35,3 m), Arjuna (35,9 m) dan Yudhistira (32,5 m).
Figurehead yang terpasang di bowsprit (hidung kapal)nya pun perwujudan patung Dewa Ruci/Bima. Konon figurehead adalah pembawa keberuntungan dan cuaca bagus sebuah kapal terutama kapal jaman dahulu yang rata-rata memakai layar. Sebuah simbol yang seiring perkembangan teknologi transportasi berasimilasi dengan mitos dan tradisi menjadi lambang-lambang perusahaan yang tertempel dihidung mobil dan sepeda anda.

image

Bagaimana dengan kami? Well, mungkin kami tidak seklasik Dewa Ruci. Empat mast (tiang) kami “hanya” setinggi 62 meter dan kami tidak mau beresiko simbol keberuntungan kami rusak terkikis air laut. Kami mempunyai “Hertha” , replika dari figurehead frigate Prussia yang selalu berdiri setia tepat diantara mast ketiga dan keempat.

image

image

hertha

hertha

image

Note :
– “jangan malu bertanya jika memang tidak tahu ”
Salahsatu wejangan Dewa Ruci kepada Bima, tersirat dari kalimat-kalimatnya berikut ini
” Jangan pergi sebelum tahu tujuanmu. Jangan makan jika tidak tahu rasanya. Tahu hanya dari bertanya. Bisa berpangkal dari meniru dan mencoba ”
– Konon terdapat 29 naskah lakon Dewa Ruci,19 diantaranya ada di Leiden, Belanda (Purbocaroko,1940)
– kuku Pancanaka tersebut masih laris sebagai nama minuman kesehatan penambah tenaga
– nama keren Bima lainnya : Werkudara, Balawa, Dandung Wacana, Nagata, Jagal Abilawa, Bayusuta, Sena, Pandu Siwi, Kowara, Kusumo Yudho, Bratasena, Wijasena, Birawa
– kerja sambilan Bima : butcher ( Jagal Abilawa)
– kain poleng (kotak-kotak hitam putih) seperti yang melingkar di arca-arca Bali adalah kain yang diberikan Batari Durga ketika Bima masih didalam “bungkus”nya, dan juga kain yang dipakainya ketika “mentas” dari samudra.
-oh ya..kuku pancanaka tersebut diturunkan ke anaknya yang jago terbang, si Gatotkaca  ^.^
-info lebih lanjut tentang sejarah figurehead ada disini
-baca kisah menarik para lakon wayang disini
-situs resmi kapal kebanggaan kita ada disini

Piraeus 261013

Categories: saya Indonesia | 4 Comments

Unedited #10 Mari Menari!

Selama di Turki dan Greece, setiap di Bodrum dan Rhodes serombongan penari lokal akan datang dan beratraksi di lounge kami. Seru dan menarik. Beberapa kali saya mencuri waktu untuk menyaksikan mereka. Dimulai dari Rhodes, seperti biasa mereka menyajikan tarian sirtaki khas Greece.Jika anda pernah menonton film lawas Zorba The Greek yang dibintangi Anthony Quinn atau scene disaat Ian dan Toulla menikah di My Big Fat Greek Wedding maka seperti itulah tariannya.

image

Foto dari ec.europa.eu

Sirtaki, berasal dari kata “syrtos” yang berarti “diseret”.Ciri dari tarian ini adalah kedua tangan para penari saling bertautan, terkadang berangkulan bahu dan dengan gerak kaki yang bergantian melangkah semakin cepat sesuai tempo lagu yang dimainkan.
Mirip dengan line dancing yang biasa kami lakukan setiap malam barbeque, sirtaki mempunyai gerak yang sama dan terus diulang-ulang.Kaki kiri kedepan, kaki kanan kedepan, mundur, dua langkah diseret kesamping kanan, diulang lagi dan begitu seterusnya.
Penari yang paling ujung kanan adalah pemimpin tarian, dialah yang berkewajiban beratraksi paling heboh. Berputar, meloncat dan sebagainya. Untuk menjaga ritme dan balance, sebuah saputangan menjadi perantara antara penari kedua dan pemimpin tarian.
Tidak hanya syrtos, beragam jenis tarian lokal lain pun hadir. Seperti Leros, Hasapiko, Kalamatianos dan banyak lagi. Selama satu jam penuh mereka menghibur kami dengan iringan live bouzouki asli tanpa rekaman.

image

image

image

image

Para penumpang pun ikut menari

image

Berhubung kami di Turki , tentu saja sajian belly dancer tak ketinggalan. Suguhan budaya lokal ini tidak sebatas tari-tarian saja. Seminggu sekali, para penumpang diajak untuk mengikuti kunjungan ke pasar tradisional setempat. Berbelanja dan mengenal budidaya lokal. Di Panama, kumpulan bocah kecil sebuah panti asuhan diundang untuk menari. Semua demi mengenalkan budaya dan memahaminya, tidak hanya sekedar menikmati lalu terlupakan.

image

Pemanasan dulu

image

image

image

image

image

Ketutupan gundul -.-'

image

Simbah-simbah dikerjain penarinya ^.^

image

Aku meluuu...

image

Menunggu saya *eh

image

Tari sufinya ga ketinggalan

image

image

image

image

Bodrum 231013
Captured w/ galaxy core, resized unedited

Categories: pure shot! | Tags: , , | 13 Comments

Pilot ( tidak hanya di udara)

“Anyone who stops learning is old, whether twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young . The greatest thing you can do is keep your mind young”
~Mark Twain~

Menjadi guru “gadungan” kadang saya lakukan ketika dirumah.Menyusup ke kelas-kelas di SD anak saya yang sedang jam kosong.Berbincang dengan murid-murid di jam istirahat.Maklum, sekolah anak saya merupakan SD yayasan tempat saya dan sebagian besar keluarga bersekolah dulu.Rata-rata gurunya sudah seperti keluarga dan tidak asing dengan kami.
Membagi sedikit pengetahuan dan cerita terhadap anak-anak tersebut adalah suatu kepuasan tersendiri.Memperluas cakrawala mereka tentang dunia luar dan mengembangkan imajinasi mereka.Tentu saja dengan bahasa yang lebih simpel dan mudah dimengerti.
Satu hal yang membuat saya geli adalah ketika saya dan anak-anak kecil tersebut “eyel-eyelan” tentang profesi pilot.
Cerita bermula waktu saya bertanya tentang cita-cita mereka.Ada yang menjawab dokterlah (cita-cita paling popular), insinyur mesinlah,pilot lah atau  “pengusaha muda yang sukses dan kaya” (saya  terbahak saat mendengar ini).
Saya lalu bertanya pada anak yang bercita-cita menjadi pilot.
“Pilot apa yang kamu mau?”
“Pilot pesawat tempur!!” Dengan lantang si anak menjawab.
“Ooo…pilot pesawat ya.Bapak kira pilot kapal” .
“Yee,.mana ada pilot dikapal.Nggak ada”.sahutnya.
Seorang anak lain tiba-tiba menyambar “Adaaaa..itu kapal perang yang ada pesawatnya!!”..kapal induk maksudnya.
Saya tersenyum sendiri.Susah memang menjelaskan profesi ini ketika persepsi tentang “pilot” harus di “udara” dan mengendalikan “pesawat” sudah melekat.
Kemudian saya menunjukkan foto sebuah kapal kecil bertuliskan “PILOT” di handphone saya.Mereka berkerumun,mengamati foto tersebut penuh penasaran.
“Kapal kok tulisannya pilot..” ujar salah seorang anak.
Senang rasanya menatap binar-binar ingin tahu di mata anak-anak tersebut, walau dalam hati saya bersedih bahwa di negara yang mengaku nenek moyangnya pelaut ini hanya sedikit yang benar-benar mengerti tentang dunia pelaut.
Pilot kapal yang dalam kosakata kita disebut pandu kapal adalah pemandu navigasi, speed dan steering sebuah kapal ketika hendak berlabuh, meninggalkan pelabuhan atau menyusuri sebuah sungai atau kanal.Mengantongi ijazah sekelas “master” atau ANT III keatas, pilot mendampingi kapten/nahkoda memberi arahan tentang perairan setempat dan bekerjasama dengan harbour master menentukan posisi kapal ketika berlabuh.
Profesi ini sangat esensial mengingat tidak semua nahkoda memahami karakteristik pelabuhan, kanal ataupun sungai dinegara yang dia kunjungi.Contoh paling gampang adalah ketika kami menyusuri Panama Canal atau fjord di Norwegia.
Meski peralatan navigasi mendukung namun peran seorang pilot dibutuhkan bagi kami yang asing dengan pelabuhan tersebut.
Hampir setiap hari kami menggunakan jasa pilot, sesuai dengan rute dan negara yang selalu berbeda serta otoritas pelabuhan tersebut.Saking seringnya kami ke Istanbul dan Athens ,kadang menjadi guyonan diantara pilot bahwa kami tidak membutuhkan mereka.
Lalu bagaimana pilot bisa naik kekapal jika kapal hendak berlabuh? Disitulah fungsi kapal kecil bertuliskan pilot itu.Dalam kondisi kapal bergerak, kapal pilot akan bermanuver dan merapat dilambung kapal dan pilotpun naik melalui tangga tali ke pintu samping kapal.
Jelas bukan hal yang mudah mengingat kedua kapal sama-sama berjalan ditambah faktor ombak dan cuaca kadang menyulitkan.Prosesi ini sering menjadi tontonan para penumpang kami.Baik ketika kapal hendak berlabuh (pilot naik) atau setelah berangkat (pilot turun).
Mayoritas dari pilot adalah orang lokal yang mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris meskipun tidak sedikit juga orang luar yang telah dan benar-benar mengerti areanya.
Bagaimana dengan kapal ferry? Bukankah nahkodanya sudah hafal wilayah pelabuhan saking seringnya frekuensi berlabuh? Apakah mereka diharuskan memakai pilot? Ketika hal ini saya tanyakan ke kapten saya, dia menjawab tidak.Nahkoda kapal ferry kelas internasional  tidak diharuskan memakai pilot namun mereka harus mempunyai pilotage exemption certificate. Kasarnya adalah ijin tidak memakai pilot dikarenakan pengetahuan yang sudah memadai tentang lingkup pelabuhan.
Tujuan utama dari penggunaan pilot adalah meningkatkan peluang keselamatan kapal dan membantu nahkoda membimbing kapal memasuki perairan tertentu.Beberapa negara mewajibkan setiap kapal yang memasuki perairan tertentu diwilayahnya untuk memakai pilot.Contohnya adalah English Channel, Panama Canal, selat Marmara dan Canakkale di Turki, Terusan Suez, dan banyak lagi.Ibarat tour guide, pilotlah yang menemani kapal menyusuri daerah tersebut berdasarkan skills dan knowledgenya.
Pusing dengan penjelasannya? Saya harap tidak.Buktinya anak-anak kecil itu tertarik dan sekarang mengerti bahwa pilot tidak hanya di udara.

image

Pilot turun dari lubang samping (kusadasi, turki)

image

Pilot naik (kusadasi, turki )

image

image

Bermanuver menyejajarkan arah

image

image

Pilot boat di portoferraio , elba

image

Port vendres, prancis

image

Berlampu merah dan putih

Note:
-tidak mudah menjadi pilot kapal.dibutuhkan training intensif, sertifikat berlembar-lembar dan praktek bertahun-tahun.setimpalkah pendapatannya? Di Amerika, maritime pilot berpendapatan 1 hingga 4 M setahun.
-info lebih lanjut tentang sejarah maritime pilot bisa anda temukan di Wikipedia
-info tentang regulasi dan area pilot didunia ada di http://www.imo.org (pilotage);www.impa.com (international maritime pilot association) ; USCG (united states coast guard)
-Samuel L. Clemens adalah seorang pilot sungai di Mississipi River.  Pada suatu kesempatan, dia mendapati seorang leadsman mengelabui nahkoda yang tidak bisa melihat kedalaman air didepan kapal.Leadsman tersebut bukannya mengukur kedalaman air dengan menenggelamkan lead weight,semacam tali pengukur dengan simpul(mark/tanda) disetiap depa dan berbandul pemberat dari timah. Leadsman tersebut hanya mengayunkannya dan berpura-pura mengukur seraya berteriak “By the mark, twain!
Padahal dia hanya menjulurkan tangan dan bahu keluar dari bibir kapal tanpa mengukur secara benar.
Dua kata terakhir leadsman yang berarti “tanda kedua” yang didengar Samuel L Clemens itulah yang dipakainya sebagai nama pena disetiap buku karangannya.Sang pilot sungai yang menjadi salahsatu the great american novelist sampai saat ini.
-foto koleksi pribadi diambil dengan galaxy core dan galaxy mini

Categories: ngroweng | 11 Comments

Anggur Dan Kopi

Saya sangat mencandu kopi.Sehari tanpa minum kopi benar-benar sangat menyiksa.Bangun tidur ngopi,breakfast ngopi, coffee break ngopi, lunch ngopi, tea time ngopi, pokoknya semua kopi.Bahkan sebelum tidurpun ngopi.Antara air putih dan kopi perbandingannya 2:1 dalam sehari.
Saya beberapa kali pernah ikut wine tasting class di yacht dengan sommelier  dari states .Dia mengenalkan kami dengan istilah “wine pucker face” (bukan poker face lo) ,cara merasakan wine, jenis-jenis wine dan regionnya.Somelier ini yang menulis katalog winelist yacht kami.Cara meminum red wine pun diajarkan beliau.Sebelum meminum wine, gelas digoyang-goyang terlebih dulu.Memaksa oksigen untuk masuk dan bercampur dengan wine sehingga aromanya keluar.Itulah beda mengapa wineglasses berbentuk cembung (agar udara tidak lepas dari dalam gelas) dan champagne /sparkling wine glasses berbentuk biasa (karena sudah teroksidasi).Dari gelas yang sudah digoyang, hidung ditempelkan untuk menangkap aromanya dan wine baru diminum.Minum winepun sama seperti minum kopi.Tidak asal di glegek seperti air putih.Wine diputar merata dalam mulut agar semua sensor dilidah merasakannya.Baru disitulah timbul “pucker face”.
Berat,ringan,asam,manis dan semua jenis derajat dan rasa aroma wine akan tercermin dari ekspresi wajah yang mengernyit itu.Sama dengan cara menikmati kopi, namun tanpa menggoyangkan mug (kalo digoyang ya tumpah).Ekspresi yang timbul setelah menyeruput kopi adalah reaksi spontan tentang rasa kopi tersebut.Istilah ngawur saya “merem melek face”.Jika mendapat racikan yang tepat,rasanya seperti terbang diawan -halah-
Kawan saya-Pak M- yang sekarang mbabu sebagai chief housekeeper di yacht alaska adalah kolektor kopi sejati.Ditiap negara yang kami singgahi dulu, terutama amerika tengah dan selatan, tak lupa dia membeli “biji kopi” baik yang masih hijau (green bean) maupun yang sudah matang (roasted bean).Saya sendiri diajarin beliau cara meng-grinding dan meracik sesuai selera.Sangking maniaknya dengan kopi, saya menebus coffee machine punya kapten saya yang dulu.Seorang Irish yang bangga dengan irish coffee nya.Mesinnya kecil namun beratnya luar biasa.Entah saya belum kepikiran bagaimana membawanya pulang.
Namun diantara sekian pecandu kopi yang saya kenal, mungkin istri saya yang paling aneh.Setiap habis mudik dari desa, sekarung biji arabica selalu dibawa.Disangrai lalu dimasukkan toples seperti roasted bean umumnya.La kapan digilingnya?
Boro-boro digiling, biji kopi itu untuk dimakan layaknya camilan!
Reaksi saya pertama kali ketika melihatnya klethak-klethuk biji kopi tersebut adalah
” Hekk!! Opo ora pait?! Koyo ra ono panganan liyo!” sambil ngomel ngalor ngidul.
Dia dengan entengnya menjawab “Nggak. .kaya kacang kok, kemlethik, dalamnya renyah” sambil menyodorkan toples berisi roasted bean itu.
Penasaran, sayapun mengambil sejumput biji hitam tersebut.
Mak klethuk! Bah! Langsung saya mengernyit dan menjulurkan lidah.
Kurang ajar, pahitnya ampun.Istri saya ngakak.
Bagaimana jika biji kopinya habis? Kopi bubukpun jadi sasaran.Setelah kopi habis diminum, ampasnya pun ikut lenyap..nyap.Hii!!Saya selalu bergidik melihatnya.
Parahnya lagi, putri sayapun ikut-ikutan.Kalau mereka sudah nongkrong didepan tivi sambil ngemil kopi,saya yang risih langsung menyingkir keatas.Kadang kalau usilnya kumat, mereka nekat menyusul, berlarian sambil memamerkan giginya yang hitam-hitam terselip pecahan biji kopi.
Tobat! -.-‘

image

Beukenhorst, salahsatu merk roasted coffe bean yang ada di yacht

Rhodes 151013

Categories: ngroweng | 13 Comments

Unedited #9 Menuju Marmara

Hilir mudik kapal ferry memenuhi perairan yang tak pernah lengang.Sesekali terdengar suara melengking klakson kapal, memberi tanda untuk lewat atau menyampaikan salam perpisahan.Nun dikejauhan,ratusan joran masih setia terulur menunggu mangsa disepanjang jembatan Galata.
Saya tahu kami berangkat terlalu pagi.Tidak ada ruang menyaksikan mentari terbenam.Layar mulai terbentang.Kami sudah berputar, melepaskan diri dari Karakoy.Golden Horn dikanan, Asia Minor dikiri dan Bosphorus dibelakang.
Sayup terdengar adzan ashar berkumandang ditingkahi debur ombak terbelah haluan.
Haru dan pilu seketika menusuk.Tak ubahnya dentang lonceng Saint Marco Venice atau bisikan do’a tahajud simbok, setiap panggilan memuja Tuhan mampu meluluhkan beku hati ini.
Lepas saya menatap ke seberang.Satu demi satu monumen kemegahan masa silam itu menampakkan diri, dihiasi puluhan perahu nelayan yang merapat pulang.Dan bayang minaret tinggi menjulang.
Topkapi, Aya Sofiya dan si masjid biru..
Mereka masih menunggu setia.Menatap angin yang perlahan membawa kami membelah Marmara.

image

Berthing di karakoy

image

Galatabridge, yeni cami dari Karakoy

image

Bosphorus dan asia minor dikejauhan

image

image

Golden horn

image

Bosphorus bridge di malam hari

image

Bosphorus

image

Berpendar di kegelapan

image

Blue mosque dan Aya Sofiya

image

Blue mosque

image

Bosphorus pagi

image

Galata tower menjulang

image

Merapat pulang

Captured w/ Canon D3200 & galaxy core, unedited
Sea of marmara 061013

Categories: pure shot! | Tags: | 16 Comments

Set Rain To The Fire

Sewaktu kecil,kompor dirumah pernah njeblug.Membuat seisi rumah panik dan saya terbirit-birit memadamkannya dengan keset basah.Pernah juga dalam pelajaran fisika di SMP, saya mematikan lilin yang menyala dengan menaruh gelas dalam posisi terbalik menutupinya.
Kegemaran mendaki gunung juga membuat saya belajar metode survival tentang cara membuat api dari potongan ranting kering -meski sering gagalnya-.
Jika diurutkan, perkenalan saya dengan api daftarnya pastilah panjang sekali.Membuat long bumbung dikala lebaran, parasut api ditahun baru atau sekedar berapi unggun ria di Lawu.
Namun pengalaman paling heboh adalah ketika pertama kali saya harus memasuki smoke chamber di awal tahun 2000.Sesuai regulasi IMO, saya harus memiliki sertifikat Basic Fire Fighting. Tak tanggung-tanggung, kapal saya yang sedang berlabuh di Hong Kong menyekolahkan saya dan beberapa kolega ke salahsatu Safety Training Centre disana.Smoke chamber adalah sebuah lorong gelap penuh asap yang berbelok-belok, dikondisikan menyerupai sebuah koridor atau bangunan yang sedang terbakar.
Kami memasuki ruang itu dua kali.Yang pertama berpakaian biasa layaknya penumpang kapal/pesawat.Yang kedua berpakaian firefighter lengkap.
Deg-degan, gobyos (meski diluar winter), bingung, gelap dan tak tahu arah.Itulah yang saya rasakan ketika didalam smoke chamber.Tujuan dari training itu adalah mengenalkan kami pada kondisi ri’il jika terjadi kebakaran.Kami diajarkan tentang what is happening, the worst thing that could happen,what should we do dan how we do it safely!
Ditahun 2004, ketika saya berpindah company. Mumpung dibayarin perusahaan,sertifikat itu saya perbarui dengan mengikuti training di sebuah sekolah tinggi pelayaran di Jakarta.Satu dari empat sekolah negeri di Indonesia yang diakui sertifikatnya oleh IMO.
Sekarang, meski tidak termasuk fire team, yacht kami yang tiap minggu mengadakan safety drill terkadang menyulap koridor menjadi smoke chamber dadakan.Membiasakan kami jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Bagaimana dengan anda? Tahukah anda bagaimana kebakaran besar bisa terjadi karena suatu hal yang kecil? Apa reaksi anda ketika menemukan api? Langkah apa yang harus ditempuh -dalam keadaan gugup dan panik- ketika menghadapi kebakaran yang tidak beresiko mencelakakan diri anda sendiri maupun orang lain?
Semuanya akan dibahas satu persatu dalam tulisan berikutnya.Tentunya dengan gaya bahasa saya yang kocak dan menggemaskan-halah-

image

IMO : International Maritime Organisation

Mykonos 131013

Categories: ngroweng | 17 Comments

Jurus Pukulan Monyet

Pernahkah anda melihat sebuah kapal ketika hendak bersandar (berthing) ? Pernahkah terlintas bagaimana tali-tali kapal yang segede gaban itu bisa melingkar dengan manis didermaga? Tali sebesar python dewasa,basah, berat dan tidak cuma satu.
Selepas SMU dulu saya sempat merantau di Semarang.Seorang kawan mengajak saya menengok saudaranya yang bekerja sebagai quarter master disebuah kapal.Kebetulan kapal penumpang besar itu hendak singgah di Tanjung Mas.Dari pinggir pelabuhan, kami mengamati ketika kapal itu hendak berlabuh.
“Kae lo masku!”
Kawan saya  menunjuk seorang pria yang berdiri gagah di hidung kapal sebelah kiri.Nampak segulung tali kecil ditangannya.Saya bertanya ke teman saya “masmu ngopo kui?”
“Wis to delok’en dewe” jawabnya pendek.
Ketika jarak antara bibir dermaga dengan kapal tinggal beberapa meter, tiba-tiba pria itu mengayunkan gulungan tali yang dipegangnya.Cara mengayunkannya sungguh istimewa.Seperti koboi dengan lassonya, tali itu berputar membentuk lingkaran diatas kepalanya.Sesaat kemudian, tali itu terlempar kearah dermaga dengan kekuatan penuh.
Beberapa orang yang sudah siaga dipinggir dermaga dengan sigap menangkap tali itu dan menariknya.Saya menatap bingung.Halah, tali sak’umlik buat ngiket kapal segede gunung, pikir saya.
Apa yang kemudian terjadi ? Setelah ditarik hingga habis, sebuah tali kapal yang besar nongol dari lubang tali depan kapal.Ternyata tali kecil itu hanyalah penyambung ke tali yang lebih besar lagi.Tali pengikat kapal yang sesungguhnya.

image

Melempar heaving line → pic dari US ministry of defense

Sekarang, hampir tiap hari pemandangan itu saya lihat. Tali kecil itu bernama Heaving Line.Berfungsi sebagai perantara pertama antara kapal dengan dermaga.Ujung tali yang dilempar berbentuk simpul, sedang ujung lainnya diikatkan ke tali kapal.Untuk perahu dan kapal berukuran kecil, heaving line jarang digunakan.Namun di kapal-kapal bertonase besar, tali ini dengan mudah ditemukan baik di Focsle/deck terbuka depan dan mooring/deck belakang.
Yang menarik dari heaving line terletak pada simpul diujung tali yang dilempar.Berbentuk seperti bola kecil, sekilas simpul ini seperti bola sepaktakraw kecil.Nama keren dari simpul tersebut adalah monkey fist. Bundar dan sekilas seperti kepalan jari tangan.Tapi jangan dianggap remeh, simpul monyet ini sempat menjadi senjata andalan para pelaut jaman dulu ketika berkelahi.Jika diayunkan dengan benar dan terarah layaknya slingshot, mata lebam maupun benjol dijidat bisa terjadi.Benar-benar seperti dipukul monyet.

image

Heaving line

image

Monkey fist

image

Melempar heaving line

image

Menarik heaving line

image

Heaving line

Dimasa sekarang, simpul ini makin terlihat cantik ditangan para pengrajin perhiasan.Model simpulnya banyak ditiru untuk dijadikan gantungan kunci, pendant atau anting.Coba lihat gambar dibawah ini.

image

Simpul monyet untuk gantungan lampu

image

image

Anting

image

Pendant

Menarik bukan?
Gambar dibawah menerangkan cara membuat simpul monyet.Siapa tahu anda berminat menjadikan simpul monyet sebagai penghias ruangan.

image

Piraeus 121013

Categories: ngroweng | 11 Comments

Spice Bazaar dan Yeni Cami (Eminonue,Istanbul)

“India?”

Saya menggeleng.Nehi!

“Korea?China?”

Saya meringis.Kulit burek begini dibilang orang korea.

“Ahaaa…I know.iknow!! ITALIA!!”soraknya sembari menunjuk kata “ITALIA” didada sweater saya.

Ngawur ni orang,saya membatin.Baru ketika nama Indonesia saya sebut,dia manggut-manggut.Tak berhenti sampai disitu,benar seperti yang saya perkirakan.Dari Indonesia,berhamburanlah nama-nama kota seperti Jakarta,Medan,Surabaya dan seterusnya.Seperti polisi menginterogasi tahanannya,meski dibalut senyum dan tingkah seorang salesman.

Ahmet namanya.Dan baru empat bulan ini bekerja di toko porselen di spice bazaar.Bisa saya maklumi jika dia masih belum bisa membedakan tampang anak kapal dengan turis lainnya.Tidak seperti para seniornya yang lain,yang berlaku cuek terhadap kami.Lebih focus ke turis-turis yang memang datang untuk berbelanja atau sekedar melihat-lihat.Mereka juga tahu,percuma membujuk kami.Toh sebagian besar dari kami sudah sering bludusan dan tahu mana-mana yang harus dituju jika harus berbelanja di Istanbul.

Tingkah para salesman dan pedagang di Turki yang cenderung agresif ini sering mendapat celaan baik di forum online maupun surat aduan ke dinas pariwisata setempat.Jika anda berkesempatan berkunjung ke Grand Bazaar kota Kusadasi,banyak terpampang plang-plang bertuliskan “no hassle” didepan butik maupun toko karpet,sekedar meyakinkan calon pembeli untuk tidak segan masuk dan melihat-lihat tanpa terganggu ulah salesman.Sekali dua pertanyaan tentang asal negara,asal kota,tinggal dimana dan sebagainya mungkin masih bisa dijawab dengan senyuman.Namun jika duapuluh pedagang dari tiap kios yang dihampiri menanyakan hal yang sama dan ujung-ujungnya menawarkan barang dengan sedikit paksaan,jelas akan sangat-sangat merusak mood kita.

Masih dua kali kunjungan  ke Istanbul di awal winter ini tersisa.Ditengah udara yang mulai mendingin,saya bertekad mempergunakannya sebaik mungkin.Sabtu itu saya hanya sowan ke Masjid Eminonue dan Spice Bazaar yang masih berada dalam satu komplek.Kedua tempat itu berada di distrik Bazaar Quarter.Dari Karakoy hanya butuh 15 menit berlenggang bayam melewati Galata bridge menuju Spice Bazaar.Dari Beyoglu,minaret-minaret masjid-masjid terkenal di Istanbul sudah terlihat jelas.

Istanbul adalah kota yang terbelah oleh sungai kecil yang berujung buntu.Terbagi dalam empat distrik,tiga diantaranya yaitu Seraglio Point,Bazaar Quarter dan Sultanahmet berkumpul menjadi satu menghadap laut marmara.Sedangkan Beyoglu menempel pada ujung selat bosphorus.The Golden Horn atau tanduk emas adalah julukan untuk wilayah ini.Sungai yang aslinya lembah ini menarik perhatian para pendatang untuk bermukim di abad ketujuh Masehi.Konon,ketika Constantinople jatuh ke tangan Ottoman,semua barang berharga termasuk emas berlian dibuang kelaut,menjadikan aliran air disekitar Istanbul terlihat berkilauan.

Spice bazaar atau Misir Carsisi ,yang dalam bahasa melayu berarti pasar rempah-rempah merupakan pasar yang didirikan dari hasil pajak barang-barang Mesir yang masuk ke Turki di abad ke-16.Dari situlah nama asli pasar ini berasal (misir=mesir).Total ada 88 kios di pasar ini.Berbentuk “L” dengan dua pintu utama dan tiga pintu tembusan di kelokannya.Pasar rempah terbesar di Turki (dan mungkin didunia) ini menyediakan hampir semua jenis rempah-rempah.Meski seiring perkembangan jaman,beberapa dari kios tersebut berubah menjadi butik,toko perhiasan maupun toko souvenir.

Pusat aktivitas tidak hanya didalam pasar saja.Sama seperti Indonesia,beberapa pedagang kakilima juga luber dibelakang dan samping pasar tersebut.Disepanjang dinding belakang,menempel lapak-lapak yang menjual beraneka jenis baju dan sepatu.Mengingatkan saya akan lapak-lapak dibelakang Pasar Klewer,Solo.

Masih satu komplek dengan spice bazaar adalah Masjid Eminonue.Penduduk lokal menyebutnya “Yeni Cami” atau masjid baru.Yeni Cami  adalah masjid termuda dibanding 38 masjid masa Ottoman lainnya di wilayah Istanbul.Dibutuhkan 66 tahun untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini.Mulai dibangun pada 1597 Masehi atas inisiatif Safiye,ibu dari Mehmet III.Sempat tertunda setelah wafatnya Mehmet III dan Safiye kehilangan pengaruhnya dalam kesutanan.Sejarah memang mencatat bahwa para ibu dan wanitalah pemegang peranan penting dibalik kesultanan Ottoman.Dan seiring naiknya Mehmet IV ke tampuk mahkota,Turhan Hatice,sang ibunda melanjutkan pembangunan masjid ini hingga selesai pada tahun 1663.Ketika sang ibunda meninggal,Mehmet IV memakamkannya tepat disamping belakang masjid.Hanya berjarak kurang dari 50 meter dari pintu samping Eminonue.Dan disana pulalah Mehmet IV dan lima sultan Ottoman berikutnya dimakamkan.Sayang sekali kunjungan saya kesana ketika kompleks kuburan ini sedang direnovasi.

Berikut adalah gambar dan sedikit penjelasannya.Sebelumnya saya ingin memberikan sedikit saran jika berbelanja di Turki.

1.Berbelanjalah dengan uang lokal(Turkish lira). 1 US$ kurang lebih 2.25 TL.Hindari membeli dengan dolar atau euro.Jika terpaksa,berilah pecahan terkecil dari dolar yang anda punyai.Kecuali jika anda memang berniat mendapatkan uang kembalian dalam bentuk turkish lira.Dan saya juga tidak menjamin nilai konversi yang digunakan sang penjual mengikuti nilai tukar standar karena jatuhnya akan lebih mahal.

2.Berbelanjalah seperti penduduk lokal.Yang berarti dimana penduduk lokal itu membeli barang,berbelanjalah disana.Di Istanbul,banyak terdapat butik maupun kios yang display windownya sangat menawan.Namun jika anda mengikuti dan bertanya kepada penduduk lokal dimana tempat berbelanja pashmina atau rempah-rempah yang murah dan berkualitas,yakinlah saran mereka adalah yang terbaik.

3.Ini berlaku di Spice bazaar.Belilah di kios yang memang berspesialis dibidangnya.Anda bisa membedakan dari barang yang ditawarkan dan kostum yang dipakai para penjualnya.Harga yang ditawarkan untuk satu ons saffron (kunyit) mungkin lebih mahal,namun barang yang ditawarkan lebih segar karena perputarannya yang cepat.

4.Hindari menawar dibutik atau kios dispice bazaar (kecuali untuk souvenir dan barang elektronik di kios2 karakoy dan akbiyik cadesi).Bolehlah kita meminta diskon setelah m embeli  5 kotak Turkish delight dan sekilo cabe kering.Itupun diskon yang diberikan tak sampai 10%.Sebisa mungkin jangan menawar di kios-kios yang memang sudah mencantumkan harga dibarang-barangnya.Pengalaman pahit ketika saya membeli sajadah seharga 15$,ketika saya tawar dua sajadah untuk 25$ hasilnya adalah saya dikhotbahi didepan umum.

5.Mintalah kantong  kedap udara.Berlaku jika anda membeli rempah-rempah halus seperti lada hitam,lavender kering dan semacamnya.Dengan kantung yang kedap udara,barang yang anda beli bisa awet berminggu-minggu.

6.Berlaku untuk barang elektronik digerai-gerai tidak resmi.Periksalah barang sesegera mungkin setelah membeli.Jika perlu,buka dan nyalakan ditoko itu juga.Seorang teman pernah tertipu ketika membeli Canon D60.Ketika dibuka kardusnya,ternyata isinya adalah…batubata!

7.Tawarlah jika anda membeli dikakilima atau toko elektronik biasa(bukan resmi).Berkebalikan dengan butik dan kios resmi didalam bazaar,diluar area bazaar anda juga bisa mendapatkan harga yang miring meski kualitas yang didapat untung-untungan.Sebuah Iphone 4S secondhand berhasil didapat seorang kawan dengan harga 250$.

Maaf sebelumnya jika beberapa foto didalam masjid adalah koleksi taun 2010 dan 2011.Saya tidak diperkenankan memasuki area dalam masjid kemarin karena lupa tidak memakai celana panjang ­ -.-‘

2011-10-15 13.43.34

yeni cami dari galatabridge

2011-10-15 13.51.59

winter 2011 disaat penjual jagung marak di square depan masjid

2011-10-15 13.53.00

kubah yeni cami yang bertingkat-tingkat

2011-10-15 13.54.57

dome setinggi 36 meter,empat nama khalifah pertama tertera dalam kaligrafi

2011-10-15 13.55.27

lampu-lampu yang rendah

2011-10-15 13.55.45

suasananya khusyuk dan sahdu

2011-10-15 14.04.49

winter 2011,pintu depan masjid

2011-10-15 14.14.09

dalam spice bazaar

2011-10-15 14.14.38

jualan kostum belly dancer

20130921_122719

spice bazaar

20130921_122820

pistachio,hazelnut dan kawan-kawan

20130921_122925

teh seduh dengan macam2 rasa

20130921_122935

naksir bantalnya ^^

20130921_123011

dalam pasar

20130921_123044

penjualnya pun bagaikan dokter

20130921_123116

ditimbang dan ditakar

20130921_123125

naksir yang jual..ho..ho..ho..

20130921_123231

ahmet meringis

20130921_123305

lampu khas arab

20130921_123454

pashmina

20130921_123505

baju tradisional pria

20130921_123516

baju tradisional putri

20130921_123542

pashmina kagem simbok 🙂

20130921_123555

sabun!!!

20130921_123626

tasbih dan tempat lilin

20130921_123857

yeni cami dari belakang.disetiap masjid ada ruang khusus sultan

20130921_124104

mari berwudhu

20130921_124201

pintu samping tembus ke ruang wanita

20130921_124221

pintu samping tembus ke halaman depan yeni cami

20130921_124237

halaman depan yeni cami

20130921_124244

serambi dalam halaman

20130921_124258

tempat wudhu depan masjid

20130921_124426

yeni cami

20130921_124433

satu dari dua minaret

20130921_124445

yeni cami

20130921_124622

tatatertib mengunjungi masjid

20130921_124636

program hari itu

20130921_124643

tata tertib

20130921_124811

orang jawa bilang ini “beton” isi nangka ^^

20130921_124901

pintu samping

20130921_125209

ottoman legacy,hotel bintang empat dibelakang yeni cami

20130921_125609

gambar kuburan sultan turki

20130921_125720

kuburan sedang direnovasi

20130921_130102

suasana dibelakang pasar

20130921_130210

teko aladin

20130921_130342

penjual kopi.dari biji,dipanggang dan digiling lalu dibungkus bisa dilihat sendiri

20130921_130458

banyaknya gundul-gundul dipintu samping bazaar

20130921_130952

cabe kering

20130921_131024

ini apa yaaa?

20130921_131033

pasta

buah-buahan yang dikeringkan dan rempah dalam kemasan

pintu khas abad pertengahan

pintu utama spice bazaar

plakat disebelah kanan pintu

yeni cami dari galata bridge

yeni cami tampak depan

yeni cami dari galata bridge

20130921_124550

didepan masjid disediakan tempat untuk sepatu dan sewa kerudung

 

semua gambar diambil dengan galaxy mini dan galaxy core

kusadasi,turki 071013









 

Categories: mblayang turki | Tags: , , , , | 28 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.