Rumah Ketiga (Chora,Mykonos)

Sepertinya tidak berlebihan jika saya menganggap Chora-dibaca Hora-,kota kecil di mykonos ini sebagai rumah ketiga.Lebih dari 12 tahun windstar dan windspirit kesini,bersandar di Agios Stefanos,nama pelabuhan ferrynya atau anchoring di depan waterfront Chora.Si bungsu dan yang paling tambun,windsurf,hanya sesekali ke Greek.Lebih banyak blusukan di mediteran atas dan baltic.Sekian tahun kemudian seiring semakin banyaknya  kapal ukuran jumbo yang singgah,sebuah pelabuhan baru berjarak 15 menit dari Chora dibangun.
Minggu ini adalah voyage ke 10 dari 16 voyages yang bakal melalui mykonos.Berdurasi 7 hari dengan 6 persinggahan bertema “Greek Islands and Historical Turkey”. Piraeus(Athens) menjadi titik start layar kami terkembang dengan persinggahan di Rhodes,Mykonos,Santorini,Bodrum,Kusadasi,menyusuri selat Dardanella dan berakhir di Istanbul.
Seperti karakter pulau-pulau Cyclades lainnya,kami menyebut Mykonos pulau angin.Tidak mudah untuk berlabuh atau ulur jangkar diperairannya.Beberapa tahun silam,springline sebuah kapal yang bersandar di newport pernah putus,menyambar salah seorang crewnya.Angin yang sangat murah inilah yang menjadi alasan utama banyak terdapat kincir angin penggiling jagung dibukit-bukit selatan pulau mykonos.
Dulu sebelum internet dan smartphone merajalela,setiap boks telepon umum di Chora adalah sahabat.Sampai sekarangpun masih,meski frekuensinya jauh berkurang.Kami seperti hafal letak semua telpon umum disini,yang berfungsi bagus atau yang sudah rusak.Yang teduh dibawah pohon maupun yang panas dipinggir jalan.Terkadang kami berlarian berebut telepon umum yang lokasinya bagus,sepi dan rindang.Lucu kalau ingat masa-masa itu.
Perkembangan komunikasi membuat kami lebih sering nongkrong dikafe berwifi ria atau dipojok-pojok gedung yang mempunyai hotspot.Kami hafal kafe-kafe yang sengaja mematikan router wifinya jika kami kelamaan nongkrong atau kafe yang empunya berbaik hati kuota internetnya habis dalam sehari.Percayalah,kami mengenal setiap sudut Chora.
Seperti biasa,sesuai schedule minggu ini kami anchoring di Mykonos .Angin yang kurang bersahabat membuat proses tendering agak lama,lebih beresiko dan susah.Tender,atau boat atau lifeboat adalah kapal motor kecil yang menempel dibadan yacht.Umum digunakan untuk keadaan darurat dan sebagai sarana transport dari sebuah kapal ke pelabuhan jika pelabuhan tersebut terlalu kecil untuk berthing.
Tender kami biasa bersandar di dermaga sisi dalam breakwater/pemecah gelombang di ujung Chora.Dari breakwater,sebuah gereja mungil berkubah biru diam menanti.Seolah mengucap selamat datang kembali setelah dua bulan tidak bersua.Gereja ini beserta lighthouse di ujung breakwater merupakan salam pembuka dari jalur laut kawasan inner harbour kota Chora.Disepanjang inner harbour,deretan resto dan kafe berjajar rapi, penuh dengan pelancong dan backpacker.Sebuah squarepark kecil diujung inner harbour adalah pembuka dari jalan darat .Secuil pantai berpasir lembut dengan dermaga mungil terletak didalamnya.Sesekali Petros,sang pelikan maskot mykonos menampakkan diri,bermalas-malasan dengan puluhan burung dara diatas dermaga,atau bermesraan dengan pasangannya yang berbulu merah jambu,Irini.Mulut jalan-jalan kecil menyempil disela-sela bangunan dan resto.Siap sedia menyambut semua pendatang untuk tersesat didalamnya.
Saya bukan pecinta keramaian,malas rasanya berjalan diantara kumpulan para turis yang terkadang tidak beretika.Buang sampah sana sini,berlagak pongah ke penduduk lokal tanpa menghormati budaya setempat maupun mabuk sembarangan.Chora terasa asing sekarang.Aura syahdu kota ini tenggelam ditangan para penikmat matahari.
Diujung breakwater,diatas tebing rendah berbatasan langsung dengan laut sebuah gereja lain sudah menunggu.Panagia Paraportianis namanya.Gereja yang selalu hadir disetiap foto dan kartupos mykonos.Letaknya yang strategis diujung waterfront bersebelahan dengan Alefkandra, menancapkan citra bahwa Greek sejatinya adalah negara yang ortodoks.Alefkandra merupakan deretan rumah kubus berbalkon kayu tepat diatas air.Kemiripannya dengan Venice di Italy membuat julukan Little Venice melekat dikawasan itu.
Duduk di kafe pinggir waterfront,dengan secangkir cappucino dan sebungkus camel,memandang lepas kearah laut,berlindung dari terpaan angin dan percikan air yang membasahi kaki dan menatap lekat lima kincir angin yang bertengger garang dibukit diatas plateia Alefkandra,imajinasi saya seolah kembali ke masa silam.Membayangkan bilah-bilah raksasa kincir kayu berputar,menggerakkan batu bundar penggerus biji jagung didalamnya.Hilir mudik keledai dengan kantong pengangkut barang,riuhnya suasana pelabuhan dengan kapal nelayan,anak-anak kecil berlarian di gang-gang sempitnya dan para pendeta berjanggut panjang tersenyum hangat didepan gereja-gereja kecilnya…
Ahh..saya melantur.Imajinasi itu hanya keluar ketika Chora sedang menyepi diawal summer dan diawal winter.Ketika Chora benar-benar kembali ke wujud aslinya.Chora dan Mykonos sekarang dalam masa panen.Ribuan orang menjejali kota kecil ini.Ferry-ferry tak henti menumpahkan island hopper dan backpacker di pelabuhan.Kafe dan resto bersaing menjadikan turis sebagai raja.Hotel dan losmen tak pernah mengenal kata kosong.Semua berlomba memetik rejeki sebelum musim panas berakhir.
Bagi para pelancong,being lost di Chora adalah harus.Saya tidak menampik pernyataan ini.Jalan-jalan kecil berliku yang membingungkan.Rumah-rumah berbentuk serupa.Dominasi warna bendera negara ,biru dan putih, dimana-mana.Bertambah cantik dengan bunga-bunga bougenville yang menjulur disetiap sudut jalanan Chora.Sesekali deretan warna cerah pot-pot bunga diberanda rumah penduduk menyegarkan suasana.
Jika tidak tergesa,terkadang saya biarkan kaki ini melangkah kemana hati membawa.Berjalan diantara jemuran baju,kursi-kursi malas yang berpadu dengan motor-motor tua disudut jalan.Membaui aroma masakan  dari pintu belakang sebuah taverna .Menyusuri permukaan jalan bercat putih bermotif lingkaran.Menyelinap kedalam chapel mungil sekedar merasakan aura magisnya.Atau sekedar mencoba mengartikan nama jalan di plakat berkarat berusia tahunan.Tak jarang langkah harus berputar ketika jalan yang ditempuh ternyata berakhir didapur rumah penduduk.Tak jarang pula tersenyum geli ketika berpapasan dengan raut bingung sesama pendatang yang sedang tersesat,menduga-duga kemana jalan ini akan membawanya.

Sabar,gumam saya.Dua minggu lagi ,ketika winter mulai menyapa dan para penikmat matahari pergi,rumah ketiga ini bakal menjadi milik kami …kembali.

Sea of marmaris 070913

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

note:
》konon hanya terdapat 39 taxi di mykonos.
》sebelum sumur artheis ditemukan,atap berbentuk kubus tanpa genting adalah wadah penampungan air hujan dengan saluran air kedalam rumah.
》meski Greek termasuk ortodoks,mykonos -dan lesbos- terkenal didunia sebagai pulau yang gayfriendly.
》jalan-jalan kecil berliku-liku di Chora sengaja didesain untuk membelokkan angin dan membingungkan para bajaklaut yang sering menyatroni pulau ini diabad pertengahan.
》dari 30 kincir angin di mykonos,hanya Vonis Windmill yang masih berfungsi di folk museum
》lebih dari 365 chapel mungil ada di mykonos
》island hopper adalah travelling dari satu pulau ke pulau lain di Greek.Didukung dengan transportasi laut yang maju,travelling dengan cara ini digemari para backpacker.
》springline adalah salahsatu jenis tali pengikat kapal kepelabuhan dengan diameter diatas 5cm.
》breakwater adalah batuan beton yang ditata horisontal memanjang didepan sebuah pelabuhan,berfungsi menetralkan ombak dan penghalang angin,biasa dibangun dermaga disisi dalamnya.
》official website ada di http://www.mykonos.gr , http://www.gnto.gr , http://www.visitgreece.gr
》referensi DK Eyewitness “The Greek Islands” ; Lonely Planet “Discover Greece” ; “Mykonos Summer Time” Travel Magazine ;penduduk lokal dan pengalaman pribadi.
》selain windstar,adik kami msy(motorship yacht) windspirit mencatat 18 kali persinggahan di mykonos untuk 2013.Setelah lebih dari 12 tahun di mediteran,tahun ini adalah voyage terakhir mereka sebelum kembali ke habitatnya di perairan Tahiti dan Moorea summer 2014
》foto-foto koleksi pribadi hasil editan asal menggunakan pics art studio diambil dengan Blackberry 9300,Samsung Galaxy Mega,Samsung Galaxy Mini,Samsung Galaxy Core dan Canon Powershot A 2300
》next post → mblayang→ ” Rumah Ketiga ( Fira,Santorini)

image

Advertisements
Categories: mblayang greece | Tags: , , | 22 Comments

Post navigation

22 thoughts on “Rumah Ketiga (Chora,Mykonos)

  1. yg pertama, saya bangga folow blognya sodara kembarnya leonardo dikepruki ini.
    kedua, syal alias sarung dan sendal di pasar klewernya itu apik2 tenan. (uncali siji kene mas)
    ketiga, kalo saya ngga bs masuk chapel alias greja kecil nya itu, harap dikirimkan postcard-nya.
    penutup: pelanggaran ekstra berat. sesuai kode disiplin komdis bisa terkena diskualifikasi.

  2. Mas kok kotane apiiiiik banget…tulisan di tangga itu juaraaa 🙂

  3. Cosmic Bookworm

    Hahahaha you are such a romantic! Amazing photos, Leo (Leo KW? 😛 ) You know, people say that the Greeks invented homosexuality – jokingly of course.
    Lucky you having a beautiful “third home”. Would love to go there someday.

    • Well it’s true cos! 🙂 ive read about it.zeus has an affair with some man.herakles has a young lover boy.

      • Cosmic Bookworm

        Found the joke:

        A Greek and Italian were arguing over who had the superior culture.
        The Greek says, “We have the Parthenon.”
        Arching his eyebrows, the Italian replies, “We have the Coliseum.”
        The Greek retorts, “We Greeks gave birth to advanced mathematics”
        The Italian, nodding agreement, says, “But we built the Roman Empire.”
        And so on and so on until the Greek comes up with what he thinks will end the discussion. With a flourish of finality he says, “We invented sex!”
        The Italian replies, “That is true, but it was the Italians who introduced it to women.”

        I am so politically incorrect hahaha… ah well.
        Peace out.

      • Lol…that’s funny!but you are correct.most of greek gods famous for their bisexuality.zeus and ganymede.heracles and hylas,eros,hermes..i believe the word hedonis and lesbi derrived from their vocabularies too.

  4. kotanya bersih dan rapi ya,
    btw, requst eksploring pasar tradisionalnya dong mas…
    sama makanan lokal dsn….

  5. Haiyah tulisan yang ditangga itu…. #jleb.
    Foto-fotonyaaaa…Aaaa…. #nganga. Bangunan-bangunannya putih seperti dibangun dengan alabaster. Eh apa memang iya ya jangan-jangan? 🙂

  6. Eh sumpah keren bener, ajak aku kesana 🙂 #Ngarep … jadi inget film mamamia. Lagi ngebayangin dududk di cafe yg di waterfront nya itu sambil minum beer kayak nya nikmat banget

  7. uwaaaah… keren-keren bener fotonya. suka sama laut dan tulisan di tangga….^^
    hmm, leonardo dee caprio agak berubah ya setelah maen di Inception hahahaha

  8. Wuih kotanya keren bener, jadi ngayal pengen jalan-jalan kesana . . . 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: